Kumpulkan Kepala Puskesmas, Bupati Pangandaran: Kritik Masyarakat Itu Bahan Evaluasi
PANGANDARAN, SPC – Bupati Pangandaran mengumpulkan seluruh Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) se-Kabupaten Pangandaran dalam agenda silaturahmi yang digelar di Rumah Makan Cikembulan (CK) Seafood, Jumat pagi, 24 April 2026. Dalam pertemuan tersebut, orang nomor satu di Pangandaran ini menekankan pentingnya perombakan paradigma pelayanan kesehatan menjadi lebih humanis.
Bupati menegaskan bahwa jajaran Puskesmas tidak boleh antikritik. Sebaliknya, keluhan atau suara sumbang dari masyarakat harus diletakkan sebagai cermin untuk membenahi manajemen pelayanan yang selama ini dianggap masih kaku.
”Kritik dari masyarakat jangan dianggap angin lalu, tapi jadikan bahan evaluasi untuk terus berbenah. Kita ingin pelayanan yang tidak hanya cepat, tapi juga responsif dan menyentuh sisi kemanusiaan,” ujar Bupati di hadapan para tenaga kesehatan.

Sinergi dan Perawatan Fasilitas
Selain soal etika pelayanan, pertemuan tersebut menyoroti tiga poin krusial dalam memperkuat fondasi kesehatan di Pangandaran:
- Komunikasi Antar-Nakes: Membangun jembatan komunikasi yang solid antara dokter, perawat, dan staf administrasi agar tidak terjadi tumpang tindih informasi kepada pasien.
- Pemeliharaan Fasilitas: Menjaga sarana dan prasarana medis agar tetap dalam kondisi prima guna menjamin kenyamanan warga yang berobat.
- Optimalisasi Kebutuhan Publik: Memastikan setiap kebijakan di tingkat Puskesmas mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat lokal.
Bupati menutup arahannya dengan mengingatkan bahwa kesehatan adalah variabel utama dalam menentukan indeks kesejahteraan masyarakat. “Jika pelayanan kesehatannya rapuh, maka fondasi kesejahteraan warga juga ikut goyah,” pungkasnya.



