Waspadai, Berita Hoax dan Provokatif Jelang Pilkada Pangandaran!

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran diharapkan selalu mewaspadai beredarnya berita hoak dan provokatif yang dapat menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

Pesan tersebut mengemuka saat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Barat (Jabar) melaksanakan kunjungan kerja kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pangandaran Pilkada 2020, yang berlangsung di salah satu Hotel di Pangandaran, Rabu (02/11/2020).

Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri menyampaikan, Pilkada Serentak tahun 2020, sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, karena berlangsung ditengah Pandemi Covid-19. Untuk itu semua elemen harus disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Sukses tanpa ekses. Baik penyelenggaraan tanpa ekses di akhir, baik dalam hal kondusifitas maupun ekses di dalam penggunaan dan penatausahaan keuangan anggaran di Lembaga Penyelenggara KPU/Bawaslu” ungkap Irjen Pol Ahmad Dofiri.

Menurutnya, untuk kesiapan di Pangandaran sudah bagus dan diharapkan kondusif.

Sementara Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Nugroho Budi Wirya pun menghimbau agar Prajurit Kodam III/Siliwangi memegang teguh Netralitas TNI. Dalam arti tidak akan memberikan dukungan kepada salah satu pasangan calon peserta Pilkada.

Baca juga:  Mengenang Sosok H. Yos Rosbi di Momen Hari Jadi Pangandaran

“Saya akan memberikan sanksi tegas kepada prajurit yang melanggar Netralitas TNI,” tegasnya.

Dalam mengahadapi Pilkada tahun ini lanjutnya TNI/Polri siap siaga dan bersikap netral kepada siapapun.

“Kami juga berharap kepada masing-masing Paslon untuk selalu mewaspadai beredarnya berita Hoax dan Provokatif yang dapat menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat,” kata Pangdam.

Ketua KPU Kabupaten Pangandaran Muhtadin menegaskan, jelang pencoblosan semua persiapan sudah siap.

Menurutnya secara prinsip memang tidak pernah ada satu kegiatan Pemilu sampai batal di laksanakan, namun mengingat cuaca pada saat ini curah hujan tinggi, maka untuk Pangandaran, Kalipucang dan Cigugur, kewaspadaan harus lebih lebih ditingkatkan.

“Lokasinya cukup rawan karena di daerah pegunungan,” ungkapnya. (Eris Riswana/SP)