Seorang Warga Ditemukan Meninggal di Kebun Miliknya di Pangandaran
Pangandaran – Seorang warga ditemukan meninggal di kebun miliknya didekat jembatan perbatasan Desa Karangsari dengan Desa Sindangwangi blok Dusun Nagrak, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, sekitar pukul 06.30 WIB, Senin (13/9/2021).
Temuan tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat yang kemudian datang bersama tim medis dari Puskesmas Padaherang.
Warga Desa Karangsari Darmin mengatakan pria tersebut diketahui bernama Yuyun Gunanjar (50) warga Desa Ciganjeng Padaherang hanya menggunakan celana panjang tergeletak dikebun.
“Mayat tersebut ditemukan di kebun miliknya,” katanya.
Menurutnya Yuyun diduga terkena serangan jantung dan oleh pihak keluarga tidak diijinkan saat akan di autopsi.
“Katanya sih jantung dan keluarga tidak mengijinkan untuk di autopsi,” tuturnya.
Dirinya menambahkan awalnya ditemukan sepeda motor yang terparkir dikebun dan ada kaos tergantung di motor. Namun meski dipanggil-panggil tidak ada jawaban.
“Ternyata ditemukan sudah meninggal dunia,” tambahnya.
Warga yang pertama menemukan mayat tersebut, Ence (68) mengatakan, sebelum Yuyun meninggal, sempat bertemu dengannya.
Pada Minggu (12/9/2021) sore sekitar pukul 16.00 WIB, almarhum sempat menanyakan lencog (alat gali tanam pisang) dan meminta kopi.
“Sekitar jam 4 Yuyun ke kebun dan sempat ingin ngopi, tapi katanya tidak mau kopi hitam,” ujar Ence, Senin (13/9/2021) pagi.
Yuyun datang ke kebun, katanya, rencananya akan menanam pohon pisang.
“Katanya mau nanam pohon pisang, malah sempat meminjam lencot tapi saya tidak punya. Kemungkinan dia langsung pulang untuk membawa lencog,” katanya.
Sesudah pulang, katanya, ia tidak tahu Yuyun berangkat lagi ke kebun atau tidak.
“Saya tidak tahu Yuyun balik lagi, tapi tadi pagi-pagi ketika saya menengok kebun kacang dan jalan ke saung dekat kebun milik Yuyun ada pakaian miliknya,” ucap Ence.
Awalnya memang saat lewat kebunnya belum melihat Yuyun, tapi baru kelihat baju, topi dan sepatunya di saung dekat kebunnya.
“Dipanggil-panggil, dia tidak menjawab. Sampai kencang, tapi tetap tidak menyahut. Terus saya tengok ke depan saung, dan tampak dia sudah tergeletak. Saya langsung feeling dia sudah meninggal, tapi tidak tahu apa sebabnya,” kata ia.
Kemudian, ia langsung melaporkan kejadian itu pada warga lainnya termasuk kepada pemerintah desa setempat dan pihak kepolisian.***



