Sebatang Kara dan Sakit-sakitan, Warga di Pangandaran Dapat Bantuan

Sebatang Kara dan Sakit-sakitan, Warga di Pangandaran Dapat Bantuan

Ahmad Sanusi (55)warga Dusun Ciwaru, Desa Cijulang, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, hampir 3 tahun hidup sebatang kara setelah ditinggal oleh orang tuanya.

Sejak orang tuanya meninggal dunia, pria paruh baya tersebut tinggal di sebuah rumah yang kondisinya sudah tidak layak huni alias reyot dalam kondisi sakit. Bahkan untuk kebutuhan makan dan minum sehari-hari pun dari pemberian saudara dan tetangganya.

Ketua TP PKK Kabupaten Ida Nurlaela Wiradinata bersama Ketua Jabar Bergerak Wiwin Wianti Asep Noordin didampingi Kepala Dinas Sosial PMD Wawan Kustaman berkunjung dan memberikan bantuan kepada Ahmad Sanusi.

Ida mengatakan, setelah melihat kondisi rumahnya maka ia langsung berkoordinasi dengan pemerintah terkait seperti pemerintah desa, kecamatan setempat dan yang utama adalah dengan Dinas Sosial PMD.

“Karena di PKK ada bidang sosial dan juga mitra pemerintah daerah maka kami datang dan melihat kondisi bapak Ahmad Sanusi. Kata pak Kadis rumahnya akan segera di bangun,” ujarnya, Kamis, 16 Juni 2022.

Ditempat yang sama, Kadis Sosial PMD Kab Pangandaran Wawan Kustaman mengatakan, bahwa keberadaan dan kondisi Ahmad Sanusi sudah diketahuinya sejak lama.

Baca juga:  Duh, Ulah Pengendara Sepeda Motor Trail Rental di Pantai Pangandaran Membahayakan!

“Pak Ahmad Sanusi sudah tiga kali mendapat bantuan. Malahan Bantuan Langsung Tunai Desa (BLTD) pun sudah diterimanya rutin setiap bulan,” kata Wawan.

Hanya saja menurut Wawan, ketika diusulkan untuk bantuan rutilahu, terkendala dengan status kepemilikan lahan yang merupakan lahan milih orang lain, bukan lahan milik Ahmad Sanusi.

“Karena rumah yang ditinggali saudara Ahmad Sanusi berdiri di atas lahan milik orang lain yang juga warga setempat,” ujarnya.

Namun lanjut Wawan, setelah dilakukan mediasi, akhirnya pemilik lahan mengijinkan untuk dibangun rumah melalui bantuan rutilahu yang bersumber dari APBD 2022 senilai 20 juta.

“Pemilik tanah sudah mengizinkan yang diperkuat dengan surat perjanjian yang diurus oleh pemerintah desa agar rumah saudara Ahmad Sanusi bisa direnovasi dan diganti melalui program rutilahu,” kata Wawan.

Sementara Ahmad Sanusi dirinya mengaku setelah orang tuanya meninggal dunia kini hidup seorang diri, dan bekerja serabutan.

“Tapi sejak sakit dan sulit berjalan akhirnya saya menganggur,” ucap Ahmad Sanusi.

Tidak hanya bantuan rutilahu, Ahmad Sanusi juga mendapat bantuan lainnya dari istri Bupati Pangandaran tersebut.***