PANGANDARAN – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran kembali menggelar program inovatif bertajuk NGOBATAN (Ngobrol Bareng Seputar Kesehatan) pada Rabu, 1 Juli 2026. Bertempat di ruang tunggu poliklinik, sosialisasi kali ini mengangkat tema krusial, yakni “Kenali Tuberkulosis Resisten Obat”.

​Hadir sebagai narasumber utama, Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Pandega Pangandaran, dr. Erisanti Nurfarida, Sp.PD. Dalam pemaparannya di hadapan puluhan pasien dan pengunjung rumah sakit, dr. Erisanti menyoroti ancaman serius dari Tuberkulosis Resisten Obat (TBC RO), kondisi di mana kuman TBC telah kebal terhadap obat-obatan lini pertama yang biasa digunakan.

​”Jika pada TBC biasa pengobatan umumnya memakan waktu enam bulan, pada kasus TBC resisten obat, proses penyembuhannya bisa jauh lebih lama dan kompleks, berkisar antara 1,5 hingga 2 tahun dengan efek samping yang lebih berat,” ujar dr. Erisanti saat menjelaskan materi melalui layar presentasi.

​Ia menambahkan, salah satu pemicu utama terjadinya resistensi obat ini adalah ketidakpatuhan pasien dalam mengonsumsi obat secara tuntas, atau terputusnya masa pengobatan di tengah jalan karena pasien merasa kondisinya sudah membaik.

​Selain menjelaskan bahaya resistensi, tim medis RSUD Pandega juga memaparkan materi seputar alur pencegahan penularan TBC. Mengingat Indonesia berada di peringkat kedua kasus TBC terbanyak di dunia, langkah preventif menjadi hal yang mutlak dilakukan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

​Beberapa poin penting pencegahan TBC yang disosialisasikan meliputi:

  • Pemberian Imunisasi BCG secara berkala pada bayi dan balita guna mencegah TBC tingkat berat.
  • Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), terutama bagi anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien TBC aktif atau mereka yang memiliki kekebalan tubuh lemah.
  • Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti menerapkan etika batuk yang benar (menutup mulut dengan tisu atau masker), menjaga sirkulasi udara rumah dengan membuka jendela, serta mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

​Pihak RSUD Pandega berharap melalui edukasi berkala seperti program NGOBATAN ini, kesadaran masyarakat Pangandaran mengenai deteksi dini dan kedisiplinan pengobatan TBC dapat meningkat, sehingga rantai penularan penyakit ini dapat ditekan secara signifikan.