Realisasi Retribusi Wisata Pangandaran Tembus Rp 19,7 Miliar per April 2026
PANGANDARAN, SPC – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran mencatatkan tren positif dalam perolehan retribusi sektor pariwisata. Hingga Kamis pagi, 2 April 2026, total pendapatan tahun ini telah mencapai angka Rp 19.708.248.000.
Angka tersebut merepresentasikan 39,42 persen dari total target pendapatan yang ditetapkan untuk tahun anggaran 2026. Dengan sisa waktu yang cukup panjang hingga akhir tahun, pemerintah daerah optimistis mampu melampaui target, terutama menjelang musim libur panjang mendatang.
Rincian Capaian Pendapatan
Berdasarkan data real-time yang dihimpun dari dasbor Bapenda Pangandaran, berikut adalah rincian performa keuangan dari sektor retribusi wisata:
- Pendapatan Tahun Ini: Rp 19,70 Miliar (39,42% dari target)
- Pendapatan Bulan Ini (April): Rp 186,67 Juta
- Pendapatan Hari Ini (hingga pukul 07:39 WIB): Rp 34,26 Juta
- Total Pengunjung: 1.128.329 orang
Pintu Utama Masih Jadi Primadona
Data transaksi harian menunjukkan bahwa Pintu Utama tetap menjadi gerbang masuk paling sibuk bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan pantai selatan Jawa Barat ini. Tercatat sebanyak 174 transaksi telah terjadi di Pintu Utama hanya dalam waktu beberapa jam sejak operasional dimulai hari ini.
Berikut adalah 5 titik masuk dengan aktivitas transaksi tertinggi pada Kamis pagi:
- Pintu Utama: 174 Transaksi
- Pintu Pantai Timur: 41 Transaksi
- Pintu RS: 37 Transaksi
- Pintu Sodongkopo: 26 Transaksi
- Pintu Batukaras: 15 Transaksi
Sebaliknya, beberapa titik wisata seperti Batu Hiu Utama dan Green Canyon terpantau masih landai dengan nol transaksi di jam yang sama.
Analisis Pertumbuhan
Pencapaian hampir 40 persen di awal kuartal kedua ini menunjukkan efektivitas sistem penarikan retribusi digital yang diterapkan Pemkab Pangandaran. Total kunjungan yang menembus angka 1,1 juta orang mempertegas posisi Pangandaran sebagai destinasi unggulan di Jawa Barat.
Meski demikian, tantangan ke depan adalah pemerataan kunjungan ke titik-titik wisata non-pantai utama guna mengurai kepadatan di Pintu Utama dan meningkatkan pendapatan di wilayah penyangga seperti Madasari dan Karapyak.
Pemerintah Kabupaten Pangandaran diperkirakan akan terus melakukan pembenahan infrastruktur di gerbang-gerbang masuk yang masih minim transaksi untuk mendongkrak sisa target sebesar 60,58 persen di semester kedua tahun ini.




