Pendapatan Wisata Pangandaran Tembus Rp 16,5 Miliar per Maret 2026
PANGANDARAN, SPC – Sektor pariwisata di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menunjukkan performa yang cukup stabil di kuartal pertama tahun 2026. Hingga Kamis (26/3/2026) pagi, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran mencatatkan total perolehan retribusi wisata sebesar Rp 16.535.450.000.
Angka tersebut merepresentasikan 33,07 persen dari total target pendapatan tahunan yang dicanangkan pemerintah daerah. Sementara itu, khusus untuk periode bulan berjalan, pendapatan telah menyentuh angka Rp 6,58 miliar.
Arus Pengunjung Masif
Berdasarkan data pantauan digital Bapenda, geliat ekonomi dari sektor pelesir ini sejalan dengan tingginya volume kedatangan wisatawan. Hingga hari ini, total kunjungan secara kumulatif telah mencapai 943.030 orang.
”Pintu Utama” tetap menjadi tumpuan utama penyerapan retribusi dengan mencatatkan 1.547 transaksi pada pagi hari ini. Posisi berikutnya diikuti oleh Pintu Pantai Timur dengan 421 transaksi dan Pintu RS dengan 340 transaksi.
Beberapa titik wisata lain juga menunjukkan aktivitas yang beragam, seperti:
- Pintu Batukaras: 316 transaksi
- Pintu Karapyak: 257 transaksi
- Pintu Madasari: 164 transaksi
- Pintu Cikembulan Pass: 111 transaksi
Tantangan Target Tahunan
Meski realisasi harian pada Kamis pagi ini telah mencapai Rp 304,7 juta, tantangan besar masih membentang bagi pemerintah daerah untuk mengejar sisa target sekitar 67 persen di sisa sembilan bulan ke depan.
Distribusi kunjungan terlihat masih terpusat di kawasan pantai utama. Objek wisata seperti Batu Hiu (Utama, Budak, dan Timur) serta Green Canyon terpantau masih mencatatkan transaksi di bawah angka 30 pada periode pelaporan pagi hari ini.
Optimalisasi pelayanan di berbagai pintu masuk dan peningkatan fasilitas di titik-titik wisata penunjang diharapkan mampu mendongkrak sisa target pendapatan, terutama menjelang momentum libur panjang yang kerap menjadi puncak kunjungan ke “Paris van Java” di pesisir selatan ini.





