PAD Kabupaten Pangandaran Capai Rp 41,5 Miliar per Maret 2026, Sektor Pajak Jadi Tumpuan
PANGANDARAN, SPC – Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mencatatkan capaian positif dalam penghimpunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada awal tahun anggaran 2026. Hingga 27 Maret 2026, total pendapatan yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp 41.530.780.200.
Angka tersebut mencerminkan geliat ekonomi di kabupaten yang mengandalkan sektor pariwisata ini. Pajak daerah masih menjadi kontributor utama yang menopang struktur pendapatan daerah, disusul oleh retribusi dan pendapatan sah lainnya.
Dominasi Pajak Daerah
Berdasarkan data terbaru dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran, realisasi pendapatan terbagi ke dalam tiga kategori besar. Sektor Pajak Daerah menyumbang angka tertinggi, yakni sebesar Rp 22.921.589.785.
Sementara itu, sektor Retribusi Daerah mencatatkan angka sebesar Rp 18.553.171.935. Adapun untuk kategori Pendapatan Lainnya yang sah, terealisasi sebesar Rp 56.018.480.
Penguatan pada sektor pajak daerah ini tidak lepas dari meningkatnya kunjungan wisatawan yang berdampak langsung pada pajak hotel, restoran, dan hiburan. Selain itu, upaya digitalisasi pelaporan pajak yang dilakukan pemerintah daerah dinilai efektif dalam meminimalkan kebocoran pendapatan.
Komitmen Pembangunan
Pihak Bapenda Kabupaten Pangandaran menyampaikan apresiasi tinggi kepada para wajib pajak yang telah memenuhi kewajibannya tepat waktu. Kesadaran kolektif masyarakat dalam membayar pajak dinilai sebagai mesin penggerak utama pembangunan infrastruktur di Pangandaran.
”Terima kasih telah membayar pajak tepat waktu dan menjadi bagian dari pembangunan Kabupaten Pangandaran yang melesat,” tulis otoritas Bapenda dalam pernyataan resminya.
Capaian ini diharapkan dapat menjaga stabilitas fiskal daerah untuk mendanai berbagai program prioritas, mulai dari pemeliharaan akses jalan wisata hingga peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat lokal. Dengan tren positif pada kuartal pertama ini, Pemkab Pangandaran optimistis target pendapatan tahunan dapat tercapai sesuai dengan proyeksi APBD 2026.



