Ketika varian baru covid muncul dan puncak kasus sehari-hari selalu naik sedikit banyak, itu akan mempengaruhi tingkat stres kita. Bahkan jika covid sebenarnya memiliki peluang lebih dari 90% untuk sembuh, tetap saja pikiran kita selalu bahwa jika kita positif covid kita akan mati. Jadi sangat wajar jika kita stress dengan berita serta tumpukan pekerjaan atau tugas sekolah.
Sangat manusiawi untuk stres, karena stres adalah salah satu dasar kita untuk mengungkapkan perasaan, mencari masalah untuk dipecahkan. Jika stress yang ada pada diri kita rendah maka akan membuat kita apatis terhadap apa yang terjadi di sekitar kita, sedangkan jika stress pada tubuh kita berlebihan maka akan berdampak buruk pula bagi kesehatan kita, karena akan menimbulkan hal negatif yang terus menerus. menekankan. sikap.
Dari hal tersebut, kita harus pandai mengelola stres yang muncul dalam diri kita. Ya, menurut dr. Stres Hilmy bisa dikendalikan oleh diri kita sendiri. Stres yang dibutuhkan tubuh kita adalah stres yang membuat kita paling bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari. Guru semangat mengajar, ibu rumah tangga semangat mendidik anak, anak semangat belajar dan sekolah, orang tua semangat mencari nafkah, dan lain sebagainya.
Pengumuman. Gesek ke bawah untuk melanjutkan
Sementara itu, stres yang tidak dibutuhkan tubuh kita adalah semua pikiran negatif yang membuat kita selalu berpikir berlebihan tentang sesuatu yang tidak pasti.
Berikut jenis stres yang muncul saat pandemi menurut WHO.
- Ketakutan dan kepedulian terhadap kesehatan Anda sendiri dan kesehatan orang lain
- Situasi keuangan atau pekerjaan
- Perubahan pola tidur atau makan dan kesulitan tidur atau berkonsentrasi
- Gangguan kesehatan fisik juga kesehatan mental
- Peningkatan penggunaan tembakau atau alkohol dan zat lainnya
Menurut dokter. Hilmy, bagi orang yang dinyatakan positif Covid-19, disarankan untuk tidak bermain di media sosial terlebih dahulu karena cenderung membutuhkan waktu lama untuk pulih. Sedangkan bagi orang yang selalu berpikir positif dan menerimanya dengan tenang serta mengurangi penggunaan jejaring sosial, pemulihan akan lebih cepat.
Hal itu terlihat dari berbagai kasus yang ditanganinya. Ada yang proses pemulihannya memakan waktu berbulan-bulan karena tidak pernah meninggalkan media sosial, sementara beberapa orang yang mengurung diri di media sosial selama Covid hanya membutuhkan waktu singkat untuk pulih.
Mengutip salah satu kitab ilmuan muslim yaitu Ibnu Sina, beliau mengatakan bahwa “pengaruh emosi dan kehendak berdasarkan pengalaman medis mereka, bahwa orang yang benar-benar sakit fisiknya, hanya dengan kemauannya saja bisa sembuh dan dengan demikian orang sehat. dapat menjadi sangat sakit jika dipengaruhi oleh pikiran bahwa dia sakit”.
Sehingga dalam masalah Covid yang pelik ini, yang harus kita pertahankan adalah sikap positif kita terhadap sesuatu yang terjadi pada diri kita dan lingkungan tempat kita tinggal. Dan kuncinya adalah kita harus terus menciptakan kebahagiaan (endorfin) untuk meningkatkan kekebalan tubuh.
Carilah segala aktivitas yang membuat hidup kita bahagia, entah itu mengeksplorasi hobi atau mengembangkan soft skill di dunia kerja. Berikut beberapa rekomendasi aktivitas yang seimbang agar kita selalu bahagia:
- ibadah rutin
- pola hidup sehat
- Latihan rutin
- Tetap berhubungan dengan orang lain
- Berpikir positif dan realistis
Selamat mencoba, kita harus tetap berdoa dan berusaha, jangan menanamkan hal buruk di pikiran. Tetap patuhi protokol kesehatan dimanapun kamu berada! Karena dengan taat, kita tidak hanya menjaga diri kita sendiri, tetapi kita juga menjaga lingkungan sekitar kita.
