PANGANDARAN, SPC – Suasana di Lapangan Taruna Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, nampak berbeda pada pertengahan Maret 2026 ini. Ribuan anak mengenakan busana muslim putih berbaris rapi, melantunkan 99 nama Allah atau Asmaul Husna dengan gerakan yang sinkron dan penuh penghayatan. Mereka adalah bagian dari puncak Festival Ramadhan 2026 yang mengusung misi besar: penguatan karakter generasi muda.

​Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, 10-14 Maret 2026, merupakan buah kolaborasi antara Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran bersama Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII). Tahun ini menjadi penyelenggaraan keempat, namun dengan skala yang jauh lebih luas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

​Akselerasi Pembelajaran

​Salah satu momen paling krusial dalam festival ini adalah Wisuda Akbar Asmaul Husna. Sekitar 1.000 siswa secara simbolis diwisuda setelah mampu menghafal seluruh nama Allah beserta gerakan dan terjemahannya. Namun, secara keseluruhan, gerakan ini telah menyentuh sekitar 36.000 siswa mulai dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP di seluruh kabupaten.

​Hal yang mengagumkan adalah durasi pembelajarannya. Para siswa hanya memerlukan waktu sekitar satu minggu untuk menguasai hafalan dan maknanya. “Kami melihat ada semangat luar biasa dari anak-anak. Metode yang diterapkan terbukti efektif membuat mereka memahami makna setiap nama Allah dalam waktu singkat,” ujar Ketua AGPAII Pangandaran, Yusup Sidiq.

​Menurut Yusup, kegiatan ini bukan lagi sekadar program guru agama, melainkan sudah menjadi milik kolektif seluruh unsur pendidikan di Pangandaran.

​Dimensi Sosial dan Dakwah Digital

​Festival ini tidak hanya berkutat pada aspek ritualitas di sekolah. Panitia menyentuh dimensi sosial dengan menyalurkan santunan kepada 800 anak yatim dan dhuafa yang tersebar di 10 kecamatan. Semangat berbagi juga ditunjukkan melalui pembagian 8.000 paket takjil hasil kolaborasi dengan pelaku UMKM lokal.

​Di era digital, syiar juga tetap diutamakan. Panitia memberikan apresiasi kepada pengisi acara “Pendekar Silat Spesial Ramadhan”, sebuah program tausyiah melalui kanal YouTube AGPAII Pangandaran yang bertujuan menjangkau masyarakat luas tanpa sekat jarak.

​Investasi Karakter

​Kepala Disdikpora Kabupaten Pangandaran, Soleh Supriyadi, saat menutup acara menyatakan rasa harunya atas kekompakan yang terjalin. Ia menegaskan bahwa festival ini sejalan dengan visi dinas untuk membangun lingkungan yang positif bagi siswa.

​”Kegiatan ini luar biasa karena melibatkan semua lini, dari siswa hingga para dermawan (aghniya). Ini selaras dengan tagline kami untuk senantiasa berkumpul dengan orang-orang saleh,” tutur Soleh.

​Dukungan mengalir dari berbagai organisasi seperti PGRI, Kementerian Agama, K3S, MKKS, hingga pemerintah daerah. Festival Ramadhan 2026 bukan sekadar perayaan musiman, melainkan upaya berkelanjutan untuk mencetak generasi Pangandaran yang religius, berkarakter kuat, dan mampu menjawab tantangan zaman dengan nilai-nilai akhlak yang kokoh.