Mendengar jahe sudah tidak asing lagi bagi masyarakat, tumbuhan yang memiliki nama latin (Zingiber resmi) sedang diburu oleh beberapa kelompok. Kondisi pandemi saat ini membuat permintaan jahe di pasar tradisional atau supermarket meningkat. Jahe umumnya digunakan sebagai bumbu kuliner dan bahan obat tradisional.
Tumbuhan yang tergolong rimpang ini dapat tumbuh di daerah tropis maupun subtropis dengan ketinggian 0 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut. Di Indonesia, jahe biasanya tumbuh pada ketinggian 200 hingga 600 meter di atas permukaan laut. Jahe menyukai kondisi tanah yang subur, gembur dan tentunya banyak mengandung humus.

Berdasarkan jenis tanamannya, jahe dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu jahe merah, jahe gajah dan jahe putih. Ketiga jenis jahe tersebut memiliki beberapa karakteristik yang berbeda, seperti jahe merah memiliki rimpang berwarna merah yang lebih kecil dibandingkan jahe gajah. Jahe merah biasanya dipanen setelah tua. Kandungan minyak atsirinya sama dengan jahe putih, sehingga cocok digunakan sebagai bahan pembuatan obat.
Jahe gajah, dari namanya jahe jenis ini pasti memiliki ukuran yang besar. Rimpangnya berwarna putih kekuningan dan melengkung. Jenis ini biasanya dikonsumsi saat muda atau tua. Rasanya kurang pedas dan aromanya tidak terlalu menyengat, biasanya diolah dalam masakan sayur, pembuatan manisan, minuman.
Lalu ada jenis jahe putih, kadang orang menyebutnya jahe emprit. Rimpangnya lebih kecil dari jahe gajah, tetapi lebih besar dari jahe merah. Jahe ini biasanya dipanen saat sudah tua. Memiliki kandungan volatil yang banyak membuat jahe ini dapat digunakan sebagai bahan obat. Rasanya juga lebih pedas dibanding jahe gajah.
Pengumuman. Gesek ke bawah untuk melanjutkan
Dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa jahe mengandung nutrisi dan senyawa aktif yang bekerja baik secara preventif (upaya pencegahan) maupun kuratif (upaya pengobatan). Bagian kandungan gizi yang terdapat pada jahe meliputi karbohidrat, serat, protein, vitamin AC dan B6. Sedangkan beberapa senyawa kimia memiliki efek kesehatan obat, seperti minyak atsiri yang mengandung bahan aktif zingiberin, shogaol, cineol, fellandren, zingiberol, gingerol.
Manfaat jahe yang bisa kita dapatkan antara lain mengatasi nyeri otot, mengurangi rasa mual, membantu penyembuhan osteoarthritis, mengurangi nyeri pada wanita saat haid, masuk angin, meningkatkan imunitas tubuh, memperlancar pencernaan dan mengurangi resiko penyakit berbahaya seperti jantung dan diabetes. Juga, beberapa orang mengkonsumsi jahe dengan tujuan menurunkan berat badan.

Melihat banyaknya manfaat jahe, alangkah baiknya mulai sekarang kita lebih giat mengkonsumsi jahe yang merupakan bumbu alami yang memiliki segudang manfaat. Mudah bagi kita untuk meracik olahan jahe kita sendiri. Salah satunya adalah kita bisa membuat wedhang jahe pedas di rumah. Bahan yang digunakan tentunya jahe, kayu manis, gula merah dan air. Setelah itu jahe dan kayu manis dikupas, dicuci lalu ditiriskan. Langkah selanjutnya adalah merebus air, tumbuk jahe dan kayu manis dalam panci dan campur dengan gula merah dan aduk hingga rata. Setelah matang, jahe siap dinikmati, mudah bukan? Semoga beruntung!





