PANGANDARAN, SPC – Pesona pesisir selatan Jawa Barat tampaknya belum kehilangan taji. Berdasarkan data terbaru hingga Kamis malam, 26 Maret 2026, arus wisatawan yang mengalir ke berbagai objek wisata di Kabupaten Pangandaran menembus angka 48.836 orang. Angka ini terekam dalam pemutakhiran data kunjungan mulai pukul 00.00 hingga 18.00 WIB.

​Pantai Pangandaran masih menjadi “pemain utama” yang tak tergoyahkan. Destinasi ikonik ini mencatatkan kunjungan sebanyak 27.347 orang, atau menyumbang lebih dari separuh total wisatawan yang datang ke kabupaten ini dalam sehari.

Dominasi Pantai dan Tren Wisata Alternatif

​Di bawah dominasi Pantai Pangandaran, Pantai Batukaras menyusul sebagai destinasi terpopuler kedua. Lokasi yang dikenal sebagai surga bagi para peselancar ini berhasil menyedot perhatian 10.097 pelancong.

​Sementara itu, tren wisata alam dan pantai dengan karakter berbeda juga menunjukkan pergerakan yang stabil:

  • Pantai Karapyak: 5.576 kunjungan.
  • Pantai Madasari: 3.551 kunjungan.
  • Pantai Batu Hiu: 1.219 kunjungan.
  • Green Canyon: 1.046 kunjungan.

​Meski Green Canyon berada di posisi buncit dalam hal volume massa, destinasi wisata sungai ini tetap memiliki segmen pasar tersendiri bagi penikmat wisata minat khusus atau body rafting.

Catatan di Balik Angka

​Lonjakan kunjungan yang mencapai hampir 50 ribu orang dalam kurun waktu 18 jam ini mengindikasikan tingginya kepercayaan publik terhadap aspek keamanan dan kenyamanan di Pangandaran. Namun, tingginya konsentrasi massa di Pantai Pangandaran dan Batukaras juga menjadi catatan penting bagi otoritas setempat terkait manajemen arus lalu lintas dan daya tampung kawasan.

​”Angka ini menunjukkan optimisme bagi ekonomi lokal. Namun, distribusi wisatawan ke titik-titik selain pantai utama perlu terus didorong agar tidak terjadi penumpukan yang berlebihan di satu titik,” ujar salah satu pengamat pariwisata daerah.

​Seiring dengan berakhirnya pemutakhiran data pada pukul 18.00 WIB, arus wisatawan diperkirakan akan mulai bergeser ke pusat perbelanjaan dan pusat kuliner malam di sekitar kawasan hotel, sebelum kembali berlanjut pada siklus kunjungan esok hari.