28.8 C
Bandung
Senin, Agustus 2, 2021

Kisah Warga Duel dengan Babi Hutan yang Masuk Pemukiman di Pangandaran

- Advertisement -spot_imgspot_img

Seekor babi hutan berukuran besar masuk perkampungan warga di Dusun Cipicung RT 18/09 Desa Karangsari, Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran, Selasa (22/06/2021) sore.

Ratusan warga yang mencoba menangkapnya kesulitan, pasalnya warga harus ekstra hati-hati, karena babi hutan itu berukuran besar dan sangat liar.

Salah satu warga Iwa Kartiwa mengatakan, babi hutan tersebut masuk ke pemukiman sekitar pukul 16.00 WIB.

Awalnya, kata Iwa babi hutan masuk ke dua rumah milik warga. Kemudian karena banyak warga yang mengejar, hewan itu lari di perkampungan.

Kisah Warga Duel dengan Babi Hutan yang Masuk Pemukiman di Pangandaran
Kisah Warga Duel dengan Babi Hutan yang Masuk Pemukiman di Pangandaran

“Setelah itu babi tersebut terperosok ke dalam selokan di belakang rumah milik bapak Amping, namun lari kembali ke pesawahan,” tutur Iwa, Selasa 22/06/2021 malam.

Setelah itu, kata Iwa, bersama warga yang lainnya mencoba menangkapnya. Namun merasa terdesak, babi hutan itu justru berbalik menyerang warga.

“Saya mencoba memberanikan diri untuk menghampirinya, meskipun tahu babi hutan tersebut akan menyerang,” kata Iwa.

Menurut Iwa, saat babi hutan berjarak sekitar 5 meter, Dirinya langsung menangkap dan berduel dengan hewan itu

“Saya ingat kata orang, kalau dikejar babi hutan dan tidak bisa menghindar, pegang saja telinganya dan itu yang saya lakukan,” jelasnya.

Warga Duel dengan Babi Hutan

Saat berduel dengan babi hutan tersebut, Dirinya sempat terbanting karena tenaganya sangat kuat dengan bobot sekitar 80 kilogram.

“Setelah itu, kepala babi tersebut saya tekan dengan lutut, lalu saya pun mencoba minta tolong pada warga lainnya. Alhamdulilah ada dua orang warga yang datang dan yang lainnya menyusul untuk mengikat hewan itu,” tuturnya.

Bahkan, kata Iwa, kaos yang dikenakan, digunakan untuk menyumpal mulut babi, karena khawatir digigit sebab taringnya sangat panjang dan berbahaya.

“Untuk melakukan evakuasi, cukup sulit karena lokasinya berada di sawah. Sempat ditandu dengan dua bambu namun patah karena babinya berukuran besar,” ungkapnya.

Dengan bergotong royong, tambah Iwa, babi hutan akhirnya dapat di evakuasi ke perkampungan. “Saat ini babi hutan tersebut, kita kurung dulu,” pungkasnya. (Eris Riswana)

- Advertisement -spot_img
Redaksihttps://seputarpangandaran.com
Seputar Pangandaran adalah media online yang memberikan informasi terpercaya mengenai Kabupaten Pangandaran dengan segala dinamikanya.
Kabar Terbaru
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -

1 KOMENTAR

Comments are closed.