Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin Bagikan Tips Pencegahan PMK

Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin
Ketua DPRD Pangandaran Asep Noordin

Pangandaran – Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin salahsatu anggota dewan yang berlatarbelakang sebagi dokter hewan.

Selain seorang politisi, Asep juga mempunyai hewan ternak kambing yang dirawatnya. Sebagai Ketua DPRD Pangandaran tentunya pengontrolan segala permasalahan yang ada harus dikuasai.

Tips Pencegahan PMK

Mengingat maraknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) baru-baru ini menghadirkan kekhawatiran bagi para peternak hewan, khususnya, Kambing dan Sapi di Pangandaran.

“Saya memang berlatar belakang dokter hewan, makanya saya ingin kasih saran untuk para peternak di Pangandaran agar terhindar dari wabah PMK,” ucapnya.

Penyemprotan Disinfektan dan Jaga Kebersihan

Menurut Asep, pertama yang harus dilakukan peternak adalah melakukan penyemprotan desinfektan di area kandang-kandang, merawat hewan ternaknya lebih bersih dan heginies lagi.

Asep mengatakan, persoalan penyakit itu sesungguhnya diawali dari tata kelola dan tata laksana kandang. Sehingga tepat apabila di Pangandaran segera ada kegiatan desinfektan kandang pada para peternak dan petani khusus peternak sapi, kambing, kerbau.

Namun khusus untuk kuda, lanjut Dia, tidak termasuk hewan ternak yang terkena wabah PMK dan tidak beresiko. “Sampai hari ini laporan dari Dinas Pertanian bidang peternakan belum menerima laporan kasus PMK,” Katanya.

Baca juga:  Komisi IV DPRD Pangandaran Pantau Pembangunan Pusat Pemerintahan

Hentikan distribusi ternak dari dan ke daerah lain

Tetapi kata Asep, para peternak harus tetap melakukan pembatasan kegiatan transportasi ternak dari daerah ke daerah untuk di pasar hewan.

“Yang sekarang lagi merebak itu kan Jawa Tengah dan Jawa Timur, tentu kita harus membatasi adanya jual beli keluar daerah, apalagi jika tidak laku yang kemudian dibawa kembali ke Pangandaran,” ucapnya.

Daerah yang terdekat sedang mengalami wabah PMK adalah Kabupaten Tasikmalaya. Tentunya menjadi perhatian khusus dalam pencegahannya.

“Karena Tasikmalaya punya pasar hewan yang besar, tidak menutup kemungkinan ternak-ternak yang ada disini dibawa kesana, dijual disana, sedangkan saat tidak laku dibawa pulang lagi,” katanya.

Bahayanya menurut Asep, meskipun PMK tidak menular kepada manusia. Tapi penyebaran melalui mulut atau air liur antar hewan sangat berpengaruh dan cepat menular.

“Menularnya dari kontak fisik dan berliur, hingga menyebabkakan luka di mulut dan mengakibatkan luka di kuku hingga berbusa,” ucapnya.

Selain itu, orang tua Asep, almarhum ayahandanya merupakan pecinta kuda. Sejak kecil Asep sering dibawa untuk menyaksikan kuda di lapang pacuan kuda Legokjawa.

Baca juga:  Inilah Tiga Nama Calon Pimpinan DPRD Pangandaran Definitif

Menurutnya, mengenali hewan ternak seperti kuda sudah sejak kecil bersama kedua kakaknya.

Sebagaimana diketahui, Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran Asep Noordin berasal dari partai PDI Perjuangan. Istri Bupati Pangandaran Hj Ida Nurlaela merupakan kakaknya.***