Mobil  

Kapan Waktu yang Tepat Ganti Oli Transmisi Otomatis?

momobil.id – Mobil dengan transmisi otomatis banyak dicari oleh kebanyakan orang karena lebih praktis untuk digunakan. Agar mobil matic selalu awet, perawatan perlu dilakukan. Salah satu cara merawat mobil dengan transmisi otomatis adalah dengan mengganti oli transmisi. Lantas kapan waktu yang tepat untuk mengganti oli transmisi otomatis?

Fungsi oli pada transmisi otomatis

Oli berperan penting dalam menjaga komponen transmisi otomatis. Pada umumnya oli transmisi berfungsi untuk melumasi komponen sistem transmisi. Adanya oli membuat perpindahan gigi menjadi lebih halus dan gesekan antar komponen berkurang.

Selain itu, oli transmisi mampu meningkatkan performa mesin. Hal ini dikarenakan aditif pada oli memperlancar kinerja mesin, sehingga kinerja mesin menjadi lebih ringan dan pergerakan terasa lebih halus.

Tanda-tanda bahwa oli transmisi otomatis harus diganti

Keanehan akan muncul pada sistem transmisi saat oli sudah tidak layak pakai. Berikut tanda-tanda oli transmisi matic perlu diganti.

1. Perubahan warna oli

Salah satu cara untuk mengetahui apakah oli perlu diganti adalah dengan melihatnya secara langsung. Jika warna oli hitam pekat dan encer, sebaiknya oli transmisi diganti.

Baca juga:  Waktu rilis Dead Island 2 untuk semua wilayah

Oli yang menghitam menandakan kualitas oli yang kurang baik. Selain itu, oli hitam pekat juga bisa menjadi tanda filter oli kotor.

2. Dengung muncul di mesin

Bunyi dengungan atau munculnya suara ketukan tumpul dari mesin merupakan tanda oli transmisi perlu diganti. Tanpa pelumasan, sistem transmisi akan saling bertabrakan karena mekanisme pergerakan terhambat. Ini karena kurangnya peningkatan oli transmisi.

Tekanan oli dan pelumasan akan berkurang jika oli kotor, kadaluwarsa atau berair. Jika dibiarkan, komponen transmisi akan cepat aus atau rusak.

3. Perpindahan gigi yang sulit

Salah satu tanda oli transmisi perlu diganti adalah sulitnya pergantian gigi. Biasanya, mengganti persneling sulit sampai batas tertentu. Misalnya, saat Anda berada di gigi 1 atau 3, transmisi akan sulit berpindah meskipun mobil sedang berakselerasi atau melambat.

4. Mengurangi traksi mesin

Performa traksi macet juga bisa menjadi tanda oli transmisi perlu diganti. Ini terjadi karena endapan kotoran atau debu yang menumpuk di oli mesin. Kondisi oli yang paling kotor menyebabkan tekanan fluida oli melemah sehingga menyebabkan komponen transmisi harus bekerja lebih keras.

Baca juga:  Persib Siap Hadapi Arema Meski Waktu Persiapannya Singkat

Baca juga: Kenali interval penggantian oli transmisi pada mobil manual

Waktu yang tepat untuk mengganti oli transmisi otomatis

Idealnya, penggantian oli transmisi yang tepat adalah sekitar 10.000 km hingga 15.000 km. Sedangkan pengurasan oli total dilakukan setiap 50.000 km.

Meski begitu, waktu penggantian oli transmisi tiap mobil berbeda-beda sesuai dengan faktor yang mempengaruhinya. Berikut waktu penggantian oli transmisi berdasarkan faktor yang mempengaruhi.

1. Kondisi Mobil

Baik mobil lama maupun mobil baru memiliki perawatan yang sama, terutama penggantian oli. Penggantian oli yang direkomendasikan dealer biasanya dilakukan setiap 6 bulan pemakaian atau 10.000 km.

2. Jenis oli bekas

Ada tiga jenis oli yang umumnya digunakan pada mobil bertransmisi matic, yaitu oli konvensional, oli CVT, dan kopling ganda.

Oli konvensional adalah oli yang biasa digunakan oleh semua mobil bertransmisi otomatis. Pemilik mobil wajib mengganti oli setelah 2 bulan pemakaian atau jarak 10.000 km hingga 20.000 km.

Oli tipe fluida CVT adalah oli yang khusus ditujukan untuk tipe transmisi otomatis CVT dan tiptronic. Pemilik mobil disarankan untuk mengganti oli sekitar 48 bulan pemakaian atau 48.000 km.

Baca juga:  Podcast The Best Games Ever VG247 – Ep.45: Game terbaik yang menjadi sampah setelah sepuluh jam

Sedangkan oli kopling ganda merupakan oli yang sering digunakan oleh mobil dengan transmisi otomatis terbaru.

3. Jenis minyak

Ada dua jenis oli mesin transmisi otomatis yang bisa digunakan, yaitu ASP 5W-40 dan ASP 5W-30. Tipe 5W-40 dapat digunakan selama 2 bulan atau 15.000 km. Sedangkan untuk tipe 5W-30 dapat digunakan selama 3 bulan atau 25.000 km. Sedangkan untuk oli transmisi keduanya bisa diganti setelah 6 bulan pemakaian atau sekitar 30.000 km.