26.6 C
Bandung
Senin, Agustus 2, 2021

Dua Warga Pangandaran Dijemput Densus 88, Diduga Terlibat Terorisme

- Advertisement -spot_imgspot_img
- Advertisement -

Dua warga Dusun Barengkok Desa/Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, dikabarkan dijemput petugas Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri, Rabu (16/6/2021) petang.

Dua warga yang diamankan diketahui berinisial O dan inisial R (24).

Sopyan Anwar (62) ayah kandung R membenarkan bahwa anaknya dijemput polisi.

“Kemarin sore, sehabis Ashar. Rumah saya rame-rame didatangi polisi. Intinya memberitahu kalau anak bungsu saya dibawa oleh Densus 88,” kata Sopyan, Kamis (17/6/2021).

Diduga Terlibat Terorisme

Sopyan mengatakan polisi dengan tegas mengatakan jika anaknya diduga terlibat jaringan terorisme.

“Iya dikatakan anak saya diduga terlibat teroris. Banyak polisinya, pakai baju preman tapi tidak terlihat bawa senjata,” kata Sopyan.

Selain membawa anaknya, Sopyan juga mengatakan polisi sempat melakukan penggeledahan di rumahnya, terutama di kamar R.

Ilustrasi Densus 88 Mabes Polri

“Sempat digeledah juga, polisi membawa buku-buku punya anak saya. Bukan buku teroris, cuma buku tentang agama, tentang tauhid,” kata Sopyan.

Sopyan menambahkan saat polisi mendatangi rumahnya, dia sudah tak bertemu atau melihat R.

“Jadi sekitar jam 10 siang dia pamit pergi dari rumah untuk menyabit rumput. Dia kan punya domba, beternak. Ya mungkin saat sedang menyabit rumput dia ditangkapnya,” kata Sopyan.

Sopyan mengatakan anak bungsunua itu tak pernah bertingkah aneh atau sekedar diskusi tentang gerakan terorisme atau tentang paham tertentu.

“Anak saya gak pernah aneh-aneh. Saya pantau betul, kami kan tinggal satu rumah,” kata Sopyan.

Hanya saja, lanjut Sopyan beberapa bulan lalu anaknya sempat ikut pengajian ke Ustad O.

“Dulu sempat ikut pengajian “sorogan” bada subuh ke Ustad. Tapi dia bukan belajar paham yang aneh-aneh. Sorogan biasa kitab kuning seperti sapinah, jurumiyah, sorof,” kata Sopyan.

Belakangan R juga sudah tak ikut mengaji ke Ustad O lagi, karena R sempat bilang paham Ustad O agak berbeda.

“Ya anak saya bilang, ustad O agak berbeda, beda paham,” kata Sopyan.

Tapi Sopyan menduga anaknya itu ikut menjadi anggota grup tertentu di Facebook dan aplikasi perpesanan. “Mungkin dia ikut grup di Facebook atau apalah saya gak tahu,” kata Sopyan.

Sopyan meminta polisi bisa segera menuntaskan proses penangkapan terhadap anaknya, dengan harapan anaknya bisa segera dipulangkan.

“Kasihan dia punya istri dan dua anak, anak yang pertama usia 2 tahun yang kedua usia 13 bulan, saya yakin anak saya tidak terlibat, mungkin hanya karena kenal dan belajar ke Ustad O,” kata Sopyan.***

- Advertisement -spot_img
Redaksihttps://seputarpangandaran.com
Seputar Pangandaran adalah media online yang memberikan informasi terpercaya mengenai Kabupaten Pangandaran dengan segala dinamikanya.
Kabar Terbaru
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -

2 KOMENTAR

Comments are closed.