PANGANDARAN – Dalam upaya mengatasi kemacetan yang sering terjadi di kawasan wisata Pantai Pangandaran, Pemerintah Kabupaten Pangandaran perlu segera menerapkan kebijakan penempatan angkutan tidak permanen (ATP) dan odong-odong di satu atau dua lokasi khusus.

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran dari Fraksi PDI Perjuangan, Iwan M Ridwan, di kediamannya Resto Pujasera di Jalan Raya Pangandaran, pada Kamis 10 April 2025.

Dalam keterangannya, Ia menekankan bahwa lonjakan pengunjung pada libur lebaran dan akhir pekan sering kali menyebabkan kepadatan di seluruh jalan wisata, terutama akibat aktivitas ATP dan odong-odong yang tidak teratur.

“Kami melihat perlunya pembaharuan penataan agar kendaraan wisata ini tidak menghambat arus lalu lintas. Dengan satu atau dua titik penempatan, nantinya lalu lintas bisa lebih tertib dan terkendali,” ujarnya.

Lebih lanjut, Iwan mengusulkan agar penempatan kendaraan wisata tersebut difokuskan di dua area parkir terpadu, seperti landasan Susi Air dan Kios Nanjungsari. Diharapkan dengan rencana kebijakan ini, arus lalu lintas menjadi lebih tertib dan nyaman bagi pengunjung.

“Wisatawan dapat berjalan kaki dari penginapan mereka menuju titik lokasi tersebut, sehingga bisa mengurai kemacetan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa penataan transportasi ini merupakan langkah konkret Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan dan masyarakat. Keluhan mengenai kemacetan, terutama di Jalan Wisata Pantai Barat dan Timur saat akhir pekan, menunjukkan perlunya tindakan positif.

“Kami, DPRD mendorong agar pelaksanaan kebijakan ini diiringi dengan pengawasan yang konsisten sehingga tidak menimbulkan konflik di kemudian hari,” tegasnya.

Iwan juga menyarankan agar Dinas Perhubungan menurunkan petugas ke lokasi untuk memasang rambu dan marka khusus. Sosialisasi kepada pelaku usaha dan pengguna ATP harus terus dilakukan agar semua pihak memahami aturan yang berlaku.

“Dengan langkah terpadu ini, diharapkan kawasan wisata menjadi lebih ramah pengunjung, aman, nyaman, dan bebas dari kemacetan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat,” pungkasnya.