Dedi Mulyadi Semprot Juru Parkir Liar di Tugu Perbatasan Bandung-Subang: “Berhenti atau Ditangkap!”
BANDUNG, SPC – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengeluarkan peringatan keras terhadap kemunculan juru parkir liar yang menjamur di kawasan Tugu Perbatasan baru antara Bandung dan Subang. Melalui sebuah pesan video singkat, mantan Bupati Purwakarta ini menegaskan tidak akan segan-segan mengambil tindakan hukum bagi mereka yang memanfaatkan fasilitas publik untuk keuntungan pribadi tanpa izin.
”Saya ingatkan bagi mereka yang mencoba jadi tukang parkir dadakan, tukang parkir liar, dengan memanfaatkan fasilitas yang dibangun pemerintah provinsi untuk mengambil keuntungan sendiri, mohon dihentikan,” ujar Dedi dengan nada bicara yang tenang namun tegas, sebagaimana dilihat dalam unggahan videonya, Senin, 23 Maret 2026.
Modus Parkir di Lokasi Wisata Baru
Sejak diresmikan, tugu perbatasan yang memisahkan wilayah Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang ini memang menjadi magnet baru bagi warga. Pemandangannya yang asri dan desain tugu yang ikonik mengundang banyak pengunjung untuk berhenti sejenak dan berswafoto.
Namun, antusiasme warga ini rupanya dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat sejumlah oknum pemuda mengatur kendaraan yang parkir di bahu jalan dan memungut sejumlah uang kepada para pengendara.
Dedi Mulyadi menilai aksi ini tidak hanya merugikan masyarakat secara ekonomi, tetapi juga mengganggu ketertiban lalu lintas di jalur yang cukup padat tersebut. Ia menekankan bahwa fasilitas publik tersebut dibangun untuk dinikmati warga secara gratis, bukan untuk dijadikan ladang pungutan liar (pungli).
Instruksi Tindakan Tegas
Pria yang akrab disapa Kang Dedi ini juga telah menginstruksikan jajaran terkait dan aparat keamanan untuk memantau titik-titik rawan pungli di area wisata tersebut.
”Kami akan melakukan tindakan tegas. Kalau saya sudah ingatkan tapi masih dilakukan, pilihannya cuma satu: hentikan atau Anda akan ditangkap,” pungkasnya.
Selain menyoroti masalah parkir, Dedi juga mengajak warga Jawa Barat untuk tetap menikmati momen liburan dengan cara yang sederhana dan tidak memaksakan diri, apalagi sampai berutang. “Apapun keadaannya, kita harus bisa menikmatinya. Jangan memaksakan diri berutang hanya untuk senang-senang sehari, tapi menderita selama setahun,” pesan Dedi menutup pernyataannya.




