Tentu kita semua sangat familiar dengan kata stres ya, dan tentunya kita semua pernah mengalaminya.

Stres bisa berdampak positif (“eustress”) atau bisa juga berdampak negatif (“distress”) pada tubuh kita.

Terkadang stres memang diperlukan untuk perkembangan hidup kita, misalnya kita diberikan deadline untuk suatu tujuan kerja yang diluar ekspektasi kita, tentu di awal kita merasa stres, namun kedepannya kita berusaha mencari cara untuk mencapainya. tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Ketika kami mampu mencapai tujuan ini, keterampilan kami meningkat.

Stres berdampak negatif pada kehidupan kita jika kita tidak dapat menerima kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginan kita.

Dalam hal itu, akan ada ketegangan dan beban yang akan menimpa jiwa dan mental kita.

Stres biasanya melanda seseorang jika orang tersebut berada dalam situasi ketidakpastian, kecemasan, frustrasi, kebencian, kegelisahan dan situasi di mana pikiran negatif menguasai kita.

Pengumuman. Gesek ke bawah untuk melanjutkan

Jika stres berlangsung lama dan lama, tubuh kita umumnya akan menghasilkan oksigen aktif yang akan merusak setiap sel dalam tubuh.

Oksigen aktif inilah yang membuat kita menua dan akhirnya menghancurkan kehidupan. Berikut ini adalah beberapa perubahan yang disebabkan oleh oksigen di udara:

  1. besi berkarat
  2. Karet kehilangan elastisitas
  3. Mentega dan minyak goreng menjadi tengik
  4. Apel yang dikupas menjadi coklat

Yang bisa meredam reaksi oksigen aktif yang dihasilkan tubuh adalah hormon kebahagiaan.

Jadi teman-teman jangan terlalu lama hidup di bawah tekanan, belajarlah untuk cerdas dalam menerima kenyataan yang terjadi, cobalah untuk menanggapi segala sesuatu dengan pikiran positif dan konsumsilah makanan antioksidan yang akan menghambat proses oksidasi yang terjadi di dalam tubuh.

Semoga artikel ini bermanfaat dan membawa kesehatan bagi kita semua.