Berawal Dari Hobi, Warga Pangandaran Ini Raup Puluhan Juta dari Ternak Kelinci
Pangandaran – Usaha beternak Kelinci hias belum terlalu banyak digandrungi masyarakat Kabupaten Pangandaran, meski sebenarnya cukup menjanjikan.
Seperti yang dikatakan Nurdin, salah satu peternak sekaligus pengusaha Kelinci hias di Pangandaran.
Berawal dari hobi, warga Karanganyar RT 3 RW 2 Desa Purbahayu, Kecamatan Pangandaran ini, kini sudah mampu menggantungkan hidupnya dari bisnis Kelinci hias.
Usahanya memiliki nama Farm Dhin Rabbitry Pangandaran dengan breeding (Ternak) dua jenis kelinci hias yaitu Lionhead dan Holland lop.
Kelinci ini banyak sekali diminati dari kalangan anak anak bahkan orang dewasa, karena lucu dan sangat jinak.
Nurdin berujar awalnya hanya menyukai Kelinci sebagai hewan peliharaan saja. Namun setelah jumlah peliharaannya bertambah, membuatnya mulai berfikir untuk menjual peliharaannya tersebut.
“Berawal dari hobi, makanya mulai memelihara kelinci dari tahun 2010, sampai sekarang,” ucapnya kepada seputarpangandaran.com, Minggu (21/3/2021).
“Kalau dihitung, kelinci yang 2 jenis ini totalnya sekitar 40 ekor. Ya lumayan, namanya juga hobi yang penting ditekuni aja,” ungkapnya
Nurdin pun memaparkan, mengenai penjualannya hingga ke luar wilayah Jawa Barat. Ia menjual ke wilayah Sumatra, Jawa tengah, Jawa timur, Maluku, Papua dan Kalimantan.
“Tapi kalau ekspornya, pembelinya dari Filipina, Pakistan, Korea dan Malaysia,” ucapnya.
Mengenai pemasaran, lanjut Nurdin, dirinya hanya menggunakan media sosial seperti Facebook, Instagram maupun WhatsApp.
“Dan untuk harga relatif, tergantung kualitasnya, jadi meskipun kecil dan usianya muda kualitasnya bagus, harganya juga tentu menggiurkan,” kata Nurdin.
Kelinci dengan kualitas Pet, harganya sekitar Rp 400 ribu, untuk kualitas Bood Rp 1 juta hingga Rp 1.5 juta, dan kualitas show biasanya diatas Rp 2 juta hingga Rp 5 juta.
Untuk omzet, tambah Nurdin, sebelum pandemi mencapai Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per bulan.
“Namun, pandemi sekarang omzetnya hanya Rp 8 juta hingga Rp 10 juta.” terangnya.
Selanjutnya, kendala dalam perawatan biasanya dari faktor cuaca ekstrim seperti hujan terus menerus, yang berakibat perut kelinci kembung dan diare.
“Cuma sebelumnya, Saya sudah disediakan obat juga vitamin agar Kelinci tetap sehat,” ucapnya.
Untuk pakan, kata Nurdin, menggunakan pelet, hay atau rumput kering, ditambah buah buahan seperti apel, wortel dan pepaya. (Eris Riswana)



