Apa Itu Badai Sitokin, Seberapa Bahayakah Bagi Tubuh Kita
Dunia sedang diguncang oleh badai sitokin. Banyak yang bertanya apakah sitokin memiliki badai biru. Ini adalah bencana angin topan yang sedang melanda.
Badai sitokin adalah situasi di mana pasien COVID-19 yang bergejala mengalami badai sitokin.
Dampak dari badai sitokin ini bisa mengancam nyawa jika dibiarkan begitu saja.
Badai sitokin dapat memperburuk kondisi tubuh manusia saat menderita Covid 19.
Pengumuman. Gesek ke bawah untuk melanjutkan
Apa sebenarnya badai sitokin itu. Badai sitokin adalah suatu kondisi dimana protein kecil disekresikan oleh berbagai sel tubuh yang berbeda di dalam tubuh kita.
Badai sitokin ini juga bisa menjadi sistem imun yang merangsang tubuh untuk bereaksi menghadapi infeksi akibat covid 19.
Badai sitokin ini jika dibiarkan dapat menyebabkan peradangan akibat infeksi yang sedang berlangsung.

Namun, arti sitokin sendiri berasal dari kata Yunani cyto yang berarti sel, sedangkan kata kinos berarti gerakan.
Badai sitokin dapat membahayakan kesehatan tubuh ketika tubuh mengalami infeksi berat akibat paparan Covid 19.
Hal ini mengakibatkan adanya kadar protein inflamasi dalam tubuh manusia sebagai akibat dari peningkatan infeksi berkelanjutan yang dapat mengancam jiwa.
Badai sitokin ini sebenarnya berfungsi untuk melawan virus yang dapat menyebabkan peradangan parah pada paru-paru ketika pasien Covid 19 mengalami peradangan akibat infeksi paru-paru.
Badai sitokin ini muncul akibat protein inflamasi yang secara otomatis melawan virus dan membuat infeksi menjadi lebih berbahaya.
Bagi penderita Covid 19, peran badai sitokin hanya setelah mencapai tempat peradangan.
Dengan memasuki area peradangan, ia akan melakukan yang terbaik untuk melawan virus yang dapat menyebabkan infeksi serius.
Pada intinya, badai sitokin berfungsi sebagai sistem imun atau imunitas yang dapat membahayakan pasien Covid 19.
Infeksi parah pada paru-paru akan mengakibatkan luka parah atau peradangan dan pasien Covid 19 akan mengalami kesulitan bernapas.
Untuk pengobatannya sendiri, obat anti-interleukin-6 termasuk Tocilizumab dan Sarilumab juga digunakan dalam uji klinis untuk pasien Covid-19.
Selain itu, Vitamin C juga dapat digunakan untuk pasien Covid-19.
Vitamin C sendiri bekerja sebagai antioksidan yang dapat mencegah risiko infeksi serius akibat badai sitokin.
Adanya badai sitokin ini juga bisa terjadi berdasarkan imunitas dan daya tahan tubuh pasien Covid 19.
Dalam artian, badai sitokin bisa menjadi sistem imun tubuh saat melawan virus yang dialami pasien.
Jika imun atau daya tahan tubuh kita kuat melawan virus, kita bisa melawan badai sitokin dan virus akan kalah karena daya tahan tubuh kita kuat.
Pada kasus Covid-19, badai sitokin ini memiliki jalur untuk berpindah ke jaringan paru-paru dalam hal pencegahan virus SARS-CoV-2.
Intinya, badai sitokin ini hanya terjadi sebentar lalu menghilang seiring respon tubuh terhadap sistem imun.
Dan ternyata tubuh akan melawan reaksi badai sitokin yang jahat begitu mencapai area infeksi.
Badai sitokin memancarkan respons yang keras terhadap sel-sel kekebalan dan dapat menyebabkan reaksi di luar kendali.
Apa yang terjadi adalah paru-paru bisa menjadi sangat meradang karena sistem kekebalan tubuh mencoba untuk terus melawan virus.
Saat peradangan berlanjut, sistem kekebalan dapat bereaksi dengan hebat, melepaskan racun berbahaya ke dalam tubuh.
