Pemerintah memiliki target 7,4 juta wisman untuk tahun 2023
Jakarta. Pemerintah mengharapkan untuk menyambut 7,4 juta kedatangan internasional pada tahun ini untuk menghasilkan pendapatan devisa sekitar US$6 miliar, menyusul lonjakan wisatawan asing tahun lalu.
Industri pariwisata Indonesia akan berjalan lancar tahun ini setelah Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengumumkan pencabutan pembatasan Covid-19 bulan lalu.
Antara Januari dan Oktober tahun lalu, pendapatan devisa dari pariwisata mencapai US$ 4,26 miliar, dibandingkan dengan hanya US$ 500 juta pada tahun sebelumnya, menurut data pemerintah.
“Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggandakan target [of foreign arrivals] menjadi 7,4 juta tahun ini,” kata Menteri Pariwisata Sandiaga Uno dalam seminar di Jakarta, Rabu.
Target tahun lalu adalah 3,6 juta kunjungan internasional, tetapi pada November 2022, negara itu menerima sekitar 4,6 juta kunjungan.
Sandiaga mengatakan masih banyak yang harus dilakukan untuk meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara karena 45 juta orang di Indonesia hidup bergantung pada industri ini.
Pasar utama industri pariwisata india antara lain Australia, China, India, Singapura dan Malaysia, tambahnya.
Jumlah wisatawan domestik diharapkan meningkat dua kali lipat menjadi 1,4 miliar dibandingkan tahun lalu, menghasilkan pendapatan negara Rp 90,7 triliun, kata Sandiaga.
Indonesia belum sepenuhnya pulih dari dampak ekonomi pandemi Covid-19, dengan jumlah penerbangan domestik masih berkisar 71% dari tingkat sebelum pandemi, kata Sandiaga.



