The Offer adalah film yang disutradarai oleh Taman Oliverdiproduksi oleh Millennium Media dan didistribusikan oleh Decal.

Film ini berangkat dari kisah mitologi kuno yang terkenal di kawasan Eropa. Di awal syuting, The Offering dinamai Abyzou yang merupakan asal cerita, yaitu mitologi kuno. Abyzou bercerita tentang iblis wanita yang menyerang anak-anak di bawah usia satu tahun dan ibu yang sedang mengandung.

Syuting untuk The Offers berlangsung di Sofia, Bulgaria. Meski begitu, film ini memiliki backstory di Eropa dan tidak secara khusus di Bulgaria. Secara cerita, film ini memiliki tokoh protagonis yang berusaha mendamaikan hubungan suaminya dengan orang tuanya. Namun, dia memperhatikan bahwa orang tua suaminya memiliki perusahaan untuk mengkremasi jenazah. Di tengah rekonsiliasi, suami protagonis melakukan kesalahan dengan memecahkan batu yang merupakan jimat kutukan. Kekacauan membuat suami protagonis bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan.

Film ini cocok untuk penyuka mitologi kuno atau pecinta horor yang tidak takut efek. melompat ketakutan di film.

Tidak ada jiwa yang aman. – Penawaran.

Sebagai catatan, sutradara Taman Oliver tampaknya nyaman dengan film bergenre fantasi dan komedi situasi. Ciri khas ini juga dirasakan chapter demi chapter yang dihadirkan oleh The Offer memberikan warna berbeda pada genre horor yang muncul di layar bioskop Indonesia.

Plotnya banyak membahas tentang mitologi, dan sebenarnya disajikan sedikit terlalu banyak, bagian-bagiannya terfokus dengan baik, sejauh “melompat ketakutan” yang dihadirkan. Oleh karena itu, bagi mereka yang menyukai “jump scare”, momen pembahasan mitologi ini akan terasa sangat melelahkan dan sedikit membosankan.

Hal ini sebenarnya diperlihatkan melalui trailer yang disediakan, dan memang akan semakin banyak sepanjang film.

Bagi yang ingin menonton horor yang berbeda, maka inilah saatnya sebelum meninggalkan layar bioskop Indonesia


*Pos: Kontributor dan editor Thomas