Vaksinasi gencar dilakukan di pelosok negeri. Pemerintahan Kabupaten Pangandaran, pada Juli 2021 menargetkan 30 – 50 ribu warga divaksin.

Berbagai cara tim Nakes juga Satgas Covid-19 Kabupaten, kecamatan dan Desa. Bahkan dengan me jemput bola, untuk melakukan edukasi dan vaksinasi hingga ke wilayah yang jauh dari pemukiman dan perkotaan.

Tim nakes, Satgas-19 Kecamatan hingga desa harus ekstra sabar untuk meyakinkan warga tentang pentingnya vaksinasi dan tidak termakan hoax.

Dasta selaku Mandor di perkebunan karet sempat tidak mau divaksin karena takut dampak buruk yang ditimbulkannya.

“Awalnya saya takut karena mendengar berita Hoax, makanaya saya mengurungkan untuk tidak melakukan Vaksin. Bahkan saya kabur dari lokasi pekerjaan saya,” ucap Dasta di lokasi Vaksinasi Sabtu 10/07/2021.

Tapi hari ini, kata Dasta, dirinya memberanikan dirir untuk menerima Vaksin dosis ke 1.

“Alhamdulilah tidak ada efek samping yang selama ini menghantui pikiran saya,” ungkapnya.

“Saat ini rasa takut itu hilang, dan saya percaya bahwa Vaksin itu tidak berbahaya,” kata Dia

“Jangan percaya pada berita Hoax tentang Vaksin. itu tidak benar,” ucapnya.

“Sekarang saya tinggal Vaksinasi Dosis 2, dan akan saya lakukan sesuai waktu dan tanggal yang sudah di tentukan,” kata Dasta.

“Saya ucapkan terimaksih kepada pimpinan, tim nakes, satgas bahkan rekan rekan kerja saya yang sudah ngasih saya suport,” terangnya.

Di lokasi yang sama Kepala Apdeling Perkebunan Asep Nuryadinata mengatakan, Vaksinasi Jemput bola ini sudah kedua kalinya dilaksanakan.

“Namun masih ada beberapa orang yang baru melakukan Vaksinasi dosis 1 dan ada juga yang sudah dosis 2,” terangnya.

“Ia memang betul, di awal masih banyak yang tidak mau di Vaksin karena pengaruh berita Hoax. Kami terus melakukan edukasi untuk meyakinkan karyawan di sini agar bersedia divaksin,” kata Asep.

Dia mengakui, untuk vaksinasi pertama tidak semuanya karyawan bersedia.

“Alhamdulilah untuk Vaksinasi yang ke dua kalinya ini, bisa lebih banyak bahkan berharap semuanya bersedia divaksin,” kata Asep.

Vaksinasi di sini, kata Asep, memang warga tidak bisa bersamaan, karena aktivitas warga yang sehari harinya nyadap karet dan lokasinya jauh dari lokasi vaksinasi.

“Saya sangat mengapresiasi terhadap tim Nakes juga Satgas mau mendatangi lokasi kami untuk melakukan Vaksinasi, padahal jarak nya jauh juga jalannya lumayan ekstrim,” pungkasnya. (Eris Riswana)