SEPUTARPANGANDARAN.COM – Keberhasilan Tri Rismaharini saat menjabat Wali Kota Surabaya dalam menutup lokalisasi Dolly menjadi inspirasi bagi Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata.

Untuk itu, dalam rangkaian kunjungan kerjanya Pemkab dan DPRD Pangandaran di Surabaya, Bupati Jeje bersama rombongan, langsung mendatangi lokasi Gang Dolly, yang telah berubah fungsi menjadi sentra Usaha Kecil Menengah (UKM).

“Dolly bisa menjadi contoh daerah lain yang juga memiliki persoalan tempat prostitusi,” kata Jeje di lokasi, Rabu (24/3/2021).

Menurut dia, dari penuturan warga disini, permasalahan di Dolly sangat rumit. Sebagai lokalisasi, menyatu dengan perkampungan sehingga membawa dampak terbesar kepada generasi muda di sana.

“Anak-anak jadi terpengaruh secara psikologis, mereka tidak bisa sekolah dengan baik karena malam hari lingkungan tempat tinggalnya ramai suara musik karena malam hari sulit tidur,” tambah dia.

Dolly saat ini tambah Jeje, telah berubah dari lokalisasi menjadi sentra UKM. Pemkot Surabaya membeli wisma-wisma di sana dan kemudian dijadikan sentra ekonomi.

“Mereka dilatih membatik, dan membuat sendal hotel, sepatu serta sandal kulit, dan sablon. Bahkan usaha sablon Dolly omsetnya bisa sampai Rp 1 miliar. Pekerjanya adalah mantan preman dan PSK disana,” katanya.

Tentu dari hasil kunjungan ini, ujar Jeje, banyak ide, gagasan dan rencana untuk diterapkan di Pangandaran yang memiliki permasalahan hampir sama dengan Surabaya.

“Kita ingin memajukan UKM di Pangandaran, tentu dengan memberikan pelatihan, permodalan hingga mencari pasarnya. Saya kira banyak hal yang dapat dilakukan nanti,” ungkap Jeje.

Kata kuncinya, lanjut Jeje, adalah merubah mindset masyarakat bagaimana bisa mendapatkan penghasilan namun dengan cara yang baik.***