Ketua DPRD Pangandaran Soroti Kebakaran Berulang di Kampung Turis, Desak Kepatuhan Aturan Mitigasi
PANGANDARAN – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, menyoroti insiden kebakaran yang melanda kawasan Kampung Turis. Peristiwa terbakarnya kafe dan restoran di kawasan wisata tersebut diketahui telah terjadi dua kali dalam rentang waktu yang berbeda.
Menurut Asep, kejadian yang berulang ini menuntut perhatian serius dari seluruh pihak, khususnya pemerintah daerah dan pelaku usaha pariwisata. Ia menekankan pentingnya langkah strategis dalam upaya mitigasi bencana di daerah pariwisata yang tidak boleh hanya terfokus pada ancaman tsunami, tetapi juga bahaya kebakaran.
”Selain mitigasi tsunami, juga harus ada edukasi terkait mitigasi kebakaran. Apalagi sudah dua kali terjadi kebakaran di wilayah Kampung Turis,” ujar Asep kepada wartawan di Tourist Information Center (TIC) Pangandaran, Kamis, 28 Mei 2026 siang.
Asep menegaskan bahwa para pelaku usaha jasa wisata, termasuk pengelola hotel dan restoran, wajib mematuhi aturan perundang-undangan secara ketat. Hal ini mencakup kepemilikan kelengkapan izin dasar, yakni Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Ia mengingatkan bahwa di dalam proses sertifikasi tersebut, kesiapan fasilitas mitigasi kebakaran pada setiap bangunan usaha menjadi salah satu poin yang dievaluasi.
”Seperti APAR (Alat Pemadam Api Ringan) itu berfungsi atau tidak, ini setiap tahun seharusnya dilakukan pengecekan. Hotel dan restoran minimal harus memiliki APAR dan itu wajib hukumnya,” kata Asep.
Lebih lanjut, ia meminta pemerintah daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk lebih proaktif dalam melakukan pengawasan dan edukasi di lapangan. Ia juga mendesak pihak instansi Pemadam Kebakaran agar rutin menyelenggarakan sosialisasi dan pembinaan mengenai standar penanganan darurat kebakaran kepada warga dan pelaku usaha.
”Sebetulnya perda (peraturan daerah) untuk pengecekan itu sudah ada, tinggal bagaimana pelaksanaannya,” ucapnya.
Sebagai wilayah destinasi wisata unggulan, Asep berharap sektor keamanan (security) dan kenyamanan (amenity) bagi wisatawan terus dijadikan prioritas utama. Menurutnya, kesiapan maksimal dalam menghadapi berbagai potensi bencana adalah prasyarat mutlak bagi keberlangsungan industri pariwisata di Pangandaran.
”Kesiapan kebencanaan menjadi satu pola untuk menciptakan rasa nyaman bagi wisatawan,” tuturnya.



