Setahun Pimpin Pangandaran, Ini Capaian Pasangan Citra Pitriyami-Ino Darsono
PANGANDARAN, SPC – Genap satu tahun sudah pasangan Citra Pitriyami dan Ino Darsono menjabat sebagai nakhoda Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Dalam kurun waktu 365 hari sejak pelantikan, duet kepemimpinan ini mulai menunjukkan hasil kerja nyata, terutama pada sektor pariwisata yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah di ujung selatan Jawa Barat tersebut.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pangandaran yang dirilis akhir Desember 2025, angka kunjungan wisatawan ke daerah yang dijuluki “Bali-nya Jawa Barat” ini mencatatkan rekor impresif.
Kunjungan wisatawan melonjak 28,78 persen
Sektor pariwisata menjadi sorotan utama dalam rapor satu tahun kepemimpinan Citra-Ino. Data menunjukkan, jumlah wisatawan pada periode Januari hingga November 2025 mencapai 193,24 juta orang.
Angka tersebut melonjak tajam sebesar 28,78 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 yang tercatat sebesar 150,05 juta kunjungan.
”Kenaikan ini bukan sekadar angka statistik, melainkan indikator pulihnya kepercayaan publik terhadap tata kelola destinasi kita,” ujar perwakilan pemerintah daerah dalam keterangan resminya, baru-baru ini.
Keberhasilan ini disebut-sebut sebagai buah dari langkah taktis pasangan Citra-Ino dalam melakukan penataan kawasan pantai secara menyeluruh.
Selain itu, digitalisasi sistem tiket (e-ticketing) serta penguatan promosi yang terintegrasi dinilai menjadi faktor kunci daya tarik wisatawan.

Fokus infrastruktur dan konektivitas desa
Selain sektor pesisir, pembangunan infrastruktur juga menjadi prioritas yang mulai dirasakan manfaatnya oleh warga hingga pelosok desa.
Merujuk pada publikasi Statistik Daerah Kabupaten Pangandaran 2025, pemerintah daerah terus meningkatkan konektivitas antar-kecamatan untuk mendukung distribusi hasil bumi dan mobilitas warga.
Salah satu program unggulan yang menjadi catatan penting adalah pengaspalan jalan kabupaten serta penambahan Penerangan Jalan Umum (PJU) melalui gerakan “Pangandaran Terang”.
Infrastruktur yang mumpuni ini secara tidak langsung mendorong pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah, khususnya pada sektor akomodasi serta penyediaan makan dan minum.
Tantangan SDM dan Indeks Pembangunan Manusia
Meski pembangunan fisik dan pariwisata menunjukkan tren positif, tantangan besar masih membayangi sektor sumber daya manusia (SDM).
Pasangan Citra-Ino terus berupaya memacu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui penguatan fasilitas kesehatan, baik di tingkat Puskesmas maupun RSUD. Upaya menekan angka stunting pun tetap menjadi prioritas nasional yang dikawal ketat di tingkat daerah.
Dalam laporan Indikator Kesejahteraan Rakyat 2025, terdapat tren positif pada Angka Harapan Lama Sekolah. Hal ini menunjukkan akses pendidikan di Pangandaran mulai merata hingga ke wilayah pegunungan.
Catatan kritis dan pekerjaan rumah
Kendati demikian, catatan kritis tetap datang dari sejumlah pengamat kebijakan publik lokal. Meski kunjungan wisata naik hampir 30 persen, pemerataan ekonomi masih menjadi sorotan.
Pemerintah daerah ditantang untuk memastikan “kue ekonomi” dari sektor pariwisata dapat terdistribusi merata ke pelaku UMKM lokal, tidak hanya terserap oleh korporasi besar.
Selain itu, masalah klasik seperti pengelolaan sampah, limbah di area wisata, serta mitigasi bencana pesisir tetap menjadi pekerjaan rumah (PR) besar yang harus dituntaskan di sisa masa jabatan pasangan Citra-Ino.



