Selasa, 7 Maret 2023, 13:15 WIB

JAKARTA – Persatuan Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mengomentari pidato terkait pembatasan pemain naturalisasi di Liga 1 mulai 2024. APPI menilai pidato tersebut sebagai bentuk pelanggaran HAM.

Seperti diketahui, Sarasehan Sepak Bola Nasional yang digelar PSSI pada Sabtu (3/7/2023) menghasilkan sederet poin terkait kompetisi musim mendatang. Poin tersebut antara lain pembatasan pemain naturalisasi, penambahan kuota pemain asing dan kalender kompetisi 2023-2024.

Poin pembatasan pemain naturalisasi menjadi perhatian besar para pecinta sepak bola Indonesia. PSSI dan klub peserta Liga 1 sepakat bahwa setiap klub tidak boleh memiliki lebih dari dua pemain naturalisasi dalam daftar 35 pemain untuk musim depan.

Pidato ini menuai kritik dari beberapa pemain naturalisasi, seperti Marc Klok dan Stefano Lilipaly. Baru-baru ini, APPI juga mengomentari pidato tersebut. Mereka menganggap pembatasan itu sebagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

“Pembatasan pemain naturalisasi merupakan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM)”, demikian keterangan dari laman resmi APPI, Selasa (7/3/2023).

“Seseorang yang dinyatakan sebagai warga negara Indonesia (WNI) harus mendapatkan hak yang sama dengan warga negara Indonesia lainnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia,” lanjutnya kemudian.

Baca juga:  INFOGRAFIS - 5 Pemain Termahal Chelsea Sepanjang Masa, No 1 Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2022

“Ini tidak sesuai dengan Deklarasi Universal Hak Pemain dan Kebijakan Hak Asasi Manusia FIFA,” tambahnya.

Gelombang kritik yang disampaikan pemain naturalisasi diharapkan mampu meniadakan wacana pembatasan pemain naturalisasi pada kejuaraan musim depan. Kami nantikan perkembangan terbaru terkait pidato ini nanti.

Editor: Saliki Dwi Saputra

Ikuti berita Sportsstars di berita Google