“Tiger Stripes” menampilkan pencapaian

Berita prestasi tentang “Tiger Stripes”, film yang diproduksi bersama oleh 8 negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Herman, Taiwan, Prancis, Belanda, dan Doha

Film ini disutradarai oleh Amanda Nell Eu dan diproduseri oleh produser Indonesia Yulia Evina Bhara, dari Kawan Kawan Media Production House, yang mempekerjakan duo Gabber Modus Operadi sebagai penata musik.

Film “Tiger Stripes” berkompetisi dalam kategori film fitur di Festival Film Semaine de la Critique Cannes ke-62 2023.

Sejarah baru saja ditorehkan, film-film pendek Indonesia terpilih dalam kompetisi utama di Festival Film Cannes.

Film berjudul “Basri dan Salma dalam komedi yang tak ada habisnyapekerjaan sutradara Khozi Rizal Produser dan Produser John Badalu juga menjadi film Indonesia pertama yang terpilih dalam kompetisi utama.

Presentasi “Panggilan Jauh”

Tak hanya film-film yang siap diputar, proyek dokumenter Indonesia yang sedang diproduksi dan sedang mencari calon mitra “A Distant Call” yang disutradarai oleh Andrea Suwito dan diproduseri oleh Mandy Marahimin akan ditampilkan di Cannes Docs Marche Du Film.

Dalam rangka memantapkan penyelenggaraan berbagai festival film di Indonesia, delegasi Festival Film Indonesia (FFI), Jakarta Film Week dan Asian Film Festival Jogja NETPAC (JAFF) dan Badan Film Indonesia (BPI) akan mengikuti serangkaian program di Cannes untuk membuka peluang kolaborasi.

Bersamaan dengan Festival Film Cannes 2023, akan diselenggarakan Marché du Film atau sering disebut Pasar Cannes, yang merupakan program pertemuan para pelaku industri dari seluruh dunia untuk mempresentasikan karya atau keuangan.

Salah satu forum penting adalah “Reflektor Asia”dimana lembaga pendanaan internasional akan menghadirkan berbagai skema pendanaan dan kerjasama.

Delegasi Indonesia yang mengikuti acara ini diwakili oleh dua produser berpengalaman, Alex Sihar dan Vivian Idris.

Keduanya akan berpartisipasi dalam diskusi dan presentasi, mempresentasikan tentang dana abadi budaya (Dana Indonesiana), yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2022 sebagai episode ke-18 Merdeka Belajar, dan menjelaskan ekosistem film Indonesia kepada audiens global.

Tujuan keikutsertaan delegasi Indonesia adalah untuk membuka peluang yang lebih besar bagi berbagai proyek kerjasama film dan pembiayaan yang akan memajukan perfilman Indonesia.

Festival Film Cannes adalah festival film berskala internasional yang diadakan di kota Cannes, Perancis.

Festival ini telah diadakan selama lebih dari 75 tahun, sejak tahun 1946.

Festival ini merupakan salah satu festival paling bergengsi bagi pembuat film di seluruh dunia.

Perwakilan perfilman Indonesia telah mengunjungi Cannes Film Festival sejak tahun 1980-an.

Mulai dari film “Tjut Nya’ Dhien” (Festival Cannes 1989), “Leaves on a Pillow” (Festival Cannes 1998), “Kara Anak Pohon” (Festival Cannes 2005), “Serambi” (Festival Cannes de Cannes 2005), Festival Film 2006), “The Fox Exploits The Tiger’s Might” (Festival Film Cannes 2015), “Di Tahun Monyet / Prenjak” (Festival Film Cannes 2016), “Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak” ( Film Cannes Festifal 2017).