SEPUTARPANGANDARAN.COM -Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran berencana memberlakukan kembali kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada semester genap tahun ajaran 2020-2021.
Sebelumnya KBM tatap muka sudah dilaksanakan pada semester ganjil yang dimulai bulan September 2020 lalu sebelum liburan natal dan tahun baru 2021.
Sekretaris Disdikpora Kab Pangandaran Agus Nurdin mengatakan, tanggal 11 Januari 2021 merupakan hari pertama dimulainya ajaran pada semester genap.
“Untuk melindungi siswa siswi, bukan berarti harus KBM tatap muka, tetapi dengan pembelajaran di rumah pun bisa,” ujar Agus saat ditemui di ruangan kerjanya, Rabu (6/1/2021)
Lebih lanjut Agus menyampaikan, saat ini pihaknya sedang mempersiapkan bisa tidaknya dilakukan KBM tatap muka seperti semester ganjil kemarin.
“Posisi sarana dan prasarana serta dokumennya sudah kami siapkan. Tetapi kami ingin tetap memastikan dengan KBM tatap muka bisa aman dan nyaman siswa,” kata Agus.
Menurut dia, pihaknya sudah melakukan rapat dengan Gugus Tugas di kecamatan dan sedang menunggu hasil Swab bagi 100 guru dan siswa secara acak, sebagai sampel.
“Saya harap hasilnya bisa keluar sebelum tanggal 11 nanti. Itu akan jadi pertimbangan keputusan KBM tatap muka di Kabupaten Pangandaran,” ujarnya.
Kata Agus, KBM tatap muka sudah di mulai dari sejak empat bulan yang lalu, sehingga untuk sarana prasarana alat pelindung diri (APD) seperti face shield, masker, tempat cuci tangan pakai sabun serta thermo gun sudah tersedia.
“Saya juga minta semua cek lagi kelengkapannya. Namun saya pikir tak ada masalah,” ucapnya.
Namun karena grafik kasus Covid-19 di Kabupaten Pangandaran meningkat, maka kegiatan pembelajaran harus hati-hati. Walaupun nanti bisa dilaksanakan, sistemnya seperti kemarin. Artinya ketika ada satu kasus di satu desa, maka sekolah di desa itu ditutup hingga gugus tugas mengizinkan.
“Kalau ada klaster, kita akan koordinasi dulu dengan Gugus Tugas. Pada prinsipnya, kita utamakan keselamatan anak-anak. Kalau KBM tatap muka lebih banyak mudaratnya, kita akan lakukan belajar di rumah,” ujarnya.
Menurut Agus, KBM tatap muka bukanlah pilihan satu-satunya, yang terpenting siswa bisa belajar dengan aman dan nyaman.
Sementara menurut Kepala UPTD Labkesda Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran Aang Saefulrahmat, swab test dilakukan terhadap 79 orang guru dan murid di Kabupaten Pangandaran sebagai sampel.
“Hanya 79 orang guru dan murid yang di swab. Tinggal 10 orang lagi yang hasilnya belum keluar, masih di proses,” ujar Aang.
Aang menjelaskan, dirinya sedang melakukan inovasi cara melakukan pemeriksaan swab dengan cara berkelompok.
“Untuk 10 orang kelompok guru dan murid ini dilakukan swab test ulang karena dari hasil penelitian nya terdapat warning warna merah. Hanya saja yang sudah di swab test ulang baru 9 orang, pasalnya satu orang guru tidak hadir karena sedang keluar kota,” ujarnya.
Aang mengatakan, hasil swab ulang dari ke 9 orang tersebut, akan diketahui pada malam ini.***
