Solusi Praktis Untuk Oleh-oleh, Cumi Crispy Khas Pangandaran

SEPUTARPANGANDARAN.COM – Pangandaran merupakan salah satu objek wisata bahari yang banyak diminati oleh wisatawan. Sehingga banyak masyarakat Pangandaran yang bermata pencaharian di sekitar objek wisata tersebut.

Seperti berjualan pakaian pantai, kopi, jasa dan oleh-oleh khas Pangandaran. Salah satu produk olahan yang menjadi oleh-oleh wisatawan yaitu cumi crispy.

Produk ini tidak hanya cumi yang digoreng biasa, namun menggunakan tepung bumbu sehingga tekstur cumi menjadi lebih crispy (Fauzi 2016).

Cumi crispy tersebut diolah dengan bahan baku cumi segar pilihan yang dikupas dan di bersihkan, menggunakan tepung bumbu premium sehingga cumi lebih renyah dan gurih (Fauzi 2016).

Cumi-cumi (Loligo sp.) memiliki kandungan gizi tinggi, kandungan protein yang terdapat di dalam cumi sekitar 67%.

Cumi juga memiliki kandungan asam amino esenssial dan non-esenssial, mineral makro dan mikro serta nutrisi lain yang dibutuhkan oleh tubuh (Astawan 2009 dalam Fauzi 2016).

Cumi crispy merupakan cemilan yang lezat dan bergizi bisa dinikmati oleh masyarakat serta wisatawan lokal maupun manca negara.

Baca juga:  Lima Bangkai Penyu Terdampar di Pantai Batukaras, Pangandaran

Di Pangandaran cumi crispy hanya dijadikan sebagai oleh-oleh khas Pangandaran. Sedangkan untuk peminatnya cukup banyak karena memiliki rasa yang gurih dan renyah. Sehingga siapa saja bisa menikmatinya mulai dari anak-anak sampai orang tua.

Karena wisatawan yang datang ke Pangandaran banyak jadi permintaan produk cumi crispy pun meningkat. Namun jika terus-terusan mengandalkan wisatawan yang berkunjung akan kurang efektif dalam proses penjualan produk tersebut.

Sehingga perlu dilakukannya proses penjualan yang lain, seperti di media sosial, seperti Facebook, Twitter, BBM, Line dan jejaring sosial lainnya. Karena zaman sekarang konsumen lebih suka sesuatu hal yang praktis.

Peningkatan untuk bersaing harus berbasis inovasi produk, hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan keuntungan pelanggan dengan memberikan nilai tambah pada produk dengan harga jual dan biaya seminimum mungkin, dan yang diharapkan adalah keuntungan dari usaha tersebut (Amar 2019).

Inovasi-inovasi pada produk cumi crispy ini tentunya harus dilakukan agar lebih menarik masyarakat untuk mengonsumsinya. Contohnya dengan cara penambahan varian rasa pada produk olahan tersebut, bumbu yang ditaburi diastas cumi crispy tentunya akan menggugah selera para konsumen.

Baca juga:  Hasil Tes Swab 970 Warga Pangandaran, Bupati Jeje : Semuanya Negatif

Aneka rasa yang disajikan harus menggunakan nama yang menarik agar melekat dihati konsumen. Seperti contohnya varian rasa Squid Jeletot yang berarti varian rasa pedas dan membuat melotot ketika mengonsumsinya, atau Squid Richeese yang berarti varia rasa cheese (keju). Dengan begitu masyarakat akan lebih penasaran utuk mencoba produk tersebut.

Penulis :

Rita Rahmawati

(Mahasiswa Perikanan Unpad)

 

Prof. Dr. Junianto, MP

(Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad)

 

Aulia Andikawati, S.Pi., M.Si.

(Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad)

 

Referensi :

Amar, Siti Salama. 2019. “Strategi Pengembangan Berbasis Inovasi Nilai Produk Seafood Crispy Menggunakan Quality Fuction Deployment .” Jurnal Konsep Bisnis dan Manajemen 6 (1) : 94-108.

Fauzi, Annisa Nabila. 2016. Squid Squad (Perencanaan Pendirian Usaha Cumi Tepung Crispy). Laporan Analisis Produk, Jakarta: Universitas Negeri Jakarta.