momobil.id – Hujan deras dapat menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan lalu lintas. Selain jalanan licin, jarak pandang saat berkendara juga terbatas saat hujan. Nah, itulah beberapa tips aman berkendara saat cuaca hujan.
1. Periksa tekanan dan kondisi ban
Salah satu komponen yang bersentuhan langsung dengan jalan adalah ban. Oleh karena itu, sebaiknya pemilik mobil mengecek kondisi ban sebelum berkendara, terutama saat musim hujan. Cara mengecek kondisi ban adalah dengan mengecek tekanan angin dan tapak ban.
Angin atau tekanan angin yang tidak memadai pada ban dapat menyebabkan mobil kehilangan traksi sehingga tidak stabil. Hal ini tentu sangat berbahaya, apalagi saat melewati genangan air di jalanan. Jadi pastikan tekanan ban Anda sudah benar, tidak terlalu pendek atau terlalu tinggi.
Selain mengecek tekanan ban, pemilik mobil juga harus mengecek tapak ban mobilnya. Jika ban sudah aus atau gundul, daya cengkeram ban di jalan akan kurang baik. Kemungkinan mobil tergelincir sangat tinggi saat ban sudah aus. Untuk berkendara dengan aman saat hujan, pastikan ban Anda dalam kondisi prima.
2. Periksa kondisi wiper
Sebelum berkendara di tengah musim hujan, periksa dulu wiper mobil Anda. Wiper bertugas untuk membersihkan air hujan yang menempel di kaca mobil. Usahakan komponen karet wiper dalam kondisi baik.
Untuk mengecek kondisi wiper, nyalakan wiper dan perhatikan tanda-tanda yang muncul. Jika gerakan wiper tidak halus, terdengar suara, atau muncul garis air, maka wiper tidak akan membersihkan kaca mobil secara maksimal. Kemungkinan besar hasil karet rapuh dan rusak.
Selain karet wiper, periksa juga cairan wiper. Pastikan cairan wiper penuh dan tidak kosong sehingga bisa membersihkan kotoran yang menempel di kaca mobil.
3. Jaga jarak dengan pengendara lain
Cuaca basah dapat membatasi jarak pandang, terutama pada malam hari atau mendung. Dalam kondisi seperti ini, pengendara perlu berhati-hati. Sebisa mungkin, pengemudi harus menjaga jarak dengan kendaraan di depannya.
Jarak berkendara aman dengan mobil adalah 6 detik. Untuk menentukan jarak, gunakan penanda yang ada di jalan. Misalnya seperti pohon, bangunan atau lainnya. Tandai kendaraan di depan yang melewati penanda tersebut dan hitung waktu yang dibutuhkan pengemudi untuk melewati penanda yang sama. Hal ini dilakukan agar pengemudi memiliki ruang untuk menghindar jika ada potensi kecelakaan di depan.
4. Nyalakan lampu kendaraan
Saat hujan deras atau jalan berkabut di siang hari, jarak pandang akan berkurang. Oleh karena itu, pengemudi disarankan untuk menyalakan lampu kendaraan. Ini dilakukan untuk memberi sinyal kepada pengemudi lain.
Penggunaan lampu hazard saat hujan tidak dianjurkan. Bahaya dapat membingungkan pengemudi lain tentang apakah akan melakukan manuver kendaraan di depan mereka. Dari segi fungsi hazard, tidak digunakan saat berkendara, melainkan diperuntukan saat ada masalah atau mobil berhenti. Jika hujan sangat deras dan jarak pandang minim, pengendara disarankan untuk berhenti sejenak hingga hujan reda.
5. Aktifkan Defogger
Jika mobil memiliki fitur defogger, hidupkan. Defogger biasanya terletak di jendela belakang dan memiliki garis-garis merah. Fitur ini mampu secara otomatis menghilangkan embun pada kaca belakang. Dengan demikian, jarak pandang saat berkendara di cuaca hujan akan meningkat.
Baca juga: Waspadai aquaplaning, simak tips berkendara di genangan air
6. Kontrol kecepatan kendaraan
Saat berkendara di musim hujan, pengemudi disarankan untuk mengatur kecepatan kendaraan. Injak pedal gas secara perlahan untuk mengurangi kemungkinan aquaplaning.
Aquaplaning adalah kondisi dimana ban mobil tidak mencengkeram jalan karena terkena gaya angkat dari genangan air. Jika hal ini terjadi, pengemudi tidak dapat mengendalikan kecepatan kendaraan dan dapat menyebabkan kecelakaan. Aquaplaning terjadi saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi.
7. Atur arah dan suhu AC mobil
Salah satu tips aman berkendara saat cuaca hujan adalah mengatur arah semprotan dan suhu AC mobil. Hindari mengarahkan AC ke jendela kiri atau kanan karena dapat membuat kaca berembun. Sebaiknya arahkan semburan AC ke bagian atas atau tengah kursi penumpang dan pengemudi. Juga, atur semburan AC ke kecepatan rendah untuk menghindari kondensasi pada kaca depan.
8. Hindari melewati genangan air
Pengemudi disarankan untuk menghindari jalan dengan genangan air. Jika diinjak, air bisa cipratan dan berpotensi masuk ke komponen mesin. Hal ini tentu saja dapat merusak mesin kendaraan.





