Rapor Hijau Setahun Kepemimpinan Citra-Ino, Puji Kecerdasan Kelola APBD
PANGANDARAN, SPC – Satu tahun sudah estafet kepemimpinan di Kabupaten Pangandaran berpindah tangan. Di tengah dinamika politik dan pembangunan yang terus bergulir, sosok mantan Bupati Pangandaran dua periode, Jeje Wiradinata, akhirnya angkat bicara mengenai performa para penerusnya.
Dalam sebuah kesempatan eksklusif, Ketua DPC PDI Perjuangan Pangandaran tersebut memberikan “rapor hijau” bagi pasangan Bupati Citra Pitriyami dan Wakil Bupati Ino Darsono. Jeje menilai, dalam kurun waktu 365 hari, pasangan ini tidak hanya berhasil menjaga stabilitas daerah, tetapi juga menunjukkan lompatan kualitas dalam manajerial pemerintahan.
Kemajuan Signifikan dalam Tata Kelola Anggaran
Salah satu poin yang paling ditekankan Jeje adalah kemampuan Bupati Citra dalam menguasai instrumen vital daerah, yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Bagi Jeje, yang sudah kenyang asam garam memimpin Pangandaran, literasi anggaran adalah kunci utama seorang kepala daerah.
”Saya melihat Citra Pitriyami mulai banyak belajar dan sekarang makin pintar membedah persoalan APBD. Beliau bukan tipe pemimpin yang hanya menerima laporan ‘asal bapak senang’,” ungkap Jeje.
Ia menambahkan bahwa Citra kini mulai terjun mendetail melihat pos-pos anggaran secara mandiri. Menurutnya, kapasitas memahami angka-angka rumit tersebut berhasil dibuktikan Citra dalam waktu yang relatif singkat.
Antara Mentoring dan Kemandirian Politik
Menanggapi selentingan publik yang menyebut dirinya masih “menyetir” dari belakang layar, Jeje meresponsnya dengan tawa ringan. Ia menegaskan bahwa posisinya saat ini adalah sebagai mentor yang menghormati fatsun politik.
”Saya sekarang lebih kepada posisi mentor jika diminta saja. Saya sangat menghormati privilese beliau sebagai bupati. Apalagi, Citra memiliki gaya sendiri yang berbeda dengan saya,” tegasnya.
Jeje menyoroti bahwa Citra telah berhasil membangun branding politik yang kuat di mata warga. Berbeda dengan eranya, Citra dinilai memiliki sentuhan yang lebih humanis dan cair saat berinteraksi dengan masyarakat akar rumput, sebuah karakter yang membuatnya kian dicintai rakyat.
Modal Kuat Hadapi Dinamika
Meski memberikan apresiasi tinggi, Jeje menganggap wajar jika masih terdapat kekurangan kecil dalam satu tahun perjalanan ini. Baginya, kompleksitas Pangandaran—dengan segala dinamika pariwisata dan sosialnya—adalah ujian nyata bagi setiap pemimpin.
”Kalau ada kurang sedikit-sedikit ya wajar, tidak ada yang sempurna di tahun pertama. Tapi dinamika itu justru membuat Citra makin kuat dan smart. Beliau tidak antikritik, dan itu adalah modal besar bagi seorang pemimpin,” tambah Jeje.
Di akhir narasinya, Jeje berharap duet Citra-Ino tetap konsisten pada jalur pelayanan rakyat dan menuntaskan janji-janji kampanye yang langsung menyentuh sendi ekonomi masyarakat. Ia optimistis, dengan kecerdasan manajerial yang kian terasah, pasangan ini mampu membawa Pangandaran ke level yang lebih hebat lagi.
