SEPUTARPANGANDARAN.COM Kondisi pandemi COVID-19 yang terjadi sepanjang tahun 2020 lalu tentu saja berdampak pada kondisi keuangan daerah, tak terkecuali kondisi keuangan APBD Kabupaten Pangandaran. Beberapa sektor pendapatan yang selama ini menjadi andalan terdampak dan mengalami penurunan.

Namun demikian hitungan sementara merujuk data realisasi pendapatan di tahun anggaran 2020, APBD Pangandaran justru mengalami kenaikan.

Sebagaimana diketahui, pendapatan dalam APBD setidaknya ada tiga pos yaitu pendapatan asli daerah, dana transfer dan pendapatan lain-lain yang sah.

“Kalau untuk pendapatan asli daerah dan dana transfer memang mengalami penurunan dibanding tahun 2019, ” kata Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah, Hendar Suhendar, Selasa (5/1/2020).

Hendar menjelaskan PAD tahun 2020 turun 8,64 persen atau Rp 9,9 miliar dibanding tahun 2019. Realisasi PAD 2020 Rp 104,8 miliar sedangkan pada tahun 2019 sebesar Rp. 114,8 miliar.

Selanjutnya realisasi dana transfer yang terdiri dari bagi hasil pusat, DAU dan DAK turun 13,25 persen atau Rp.115,5 miliar. Dana transfer 2020 terealisasi Rp 749, 5 miliar, turun dibandingkan dengan realusasi tahun 2019 sebesar Rp 864 miliar.

Namun demikian penurunan itu dapat “tertolong” oleh upaya Pemkab Pangandaran yang berhasil menggenjot di sektor pendapatan lain-lain yang sah.

Pendapatan lain-lain yang sah tahun 2020 naik 41.49 persen atau Rp 205, 7 miliar dibandingkan dengan tahun 2019. Realisasi pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp 701,6 miliar sedangkan realisasi tahun 2019 hanya sebesar Rp 495,8 miliar.

Kenaikan pos pendapatan yang terdiri dari bagi hasil pajak propinsi, bankeu propinsi, BOS, Dana Desa dan dana insentif daerah itu secara otomatis mendongkrak pendapatan daerah secara keseluruhan.

“Alhamdulillah realisasi Pendapatan Daerah Kabupaten Pangandaran tahun 2020 naik 5.52 persen atau Rp 81,3 miliar dibandingkan dengan realisasi tahun 2019,” kata Hendar.

Realisasi Pendapatan Daerah 2020 terealisasi Rp 1,55 triliun atau 78,4 persen dari target Rp 1,98 triliun. Jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2019 naik 5,52 persen atau Rp.81,3 miliar, dimana pendapatan daerah tahun 2019 terealisasi sebesar Rp 1,47 triliun dari target Rp 1,56 triliun. *