PANGANDARAN — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Pangandaran mulai mengantisipasi dampak domino kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap sektor pangan. Langkah konkret diambil dengan membuka lahan satu hektare untuk ditanami komoditas pangan pengganti padi.

​Aksi tanam serentak ini dipimpin langsung oleh Ketua DPC PDIP Pangandaran yang juga mantan Bupati pertama Pangandaran dua periode, Jeje Wiradinata. Bersama jajaran pengurus dan anggota DPRD fraksi PDIP, Jeje turun langsung membuat lubang tanam di lahan yang berlokasi di perbatasan Tarikolot-Banjarsari tersebut.

​”Sesuai arahan Ibu Ketum Megawati Soekarnoputri, setiap dewan pimpinan cabang wajib memiliki kebun binaan. Hari ini kita tanam jagung, singkong, dan ubi jalar,” ujar Jeje di lokasi, Kamis (7/5).

Benteng Hadapi Inflasi

​Jeje menyoroti kenaikan harga BBM yang menyentuh angka 20 hingga 30 persen sebagai ancaman serius bagi daya beli masyarakat. Menurutnya, lonjakan biaya transportasi dipastikan bakal mengerek harga kebutuhan pokok di pasar.

​Melalui kebun binaan ini, Jeje ingin memastikan masyarakat memiliki alternatif pangan yang kuat saat harga beras melambung. “Saat terjadi gejolak harga, petani dan masyarakat sudah punya cadangan. Kita harus mandiri dan kembali ke alam,” tegasnya.

Perluas Lahan ke Langkaplancar

​Gerakan kedaulatan pangan ini dipastikan tidak akan berhenti di satu titik. Jeje mengungkapkan, pekan depan pihaknya akan kembali membuka lahan tambahan seluas satu hektare di wilayah Langkaplancar.

​Targetnya, dalam tiga hingga empat bulan ke depan, lahan-lahan tersebut sudah bisa memasuki masa panen. Jeje berencana mengajak warga sekitar untuk merayakan panen raya melalui tradisi makan bersama atau botram.

​”Tidak mudah menjadi petani, saya merasakannya sendiri tadi. Keringat bercucuran, tapi ini adalah nilai luhur yang harus kita jalankan demi ketahanan pangan rakyat,” pungkas sosok yang telah memimpin Pangandaran selama sepuluh tahun tersebut.