Jakarta – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, lalu Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan upaya untuk memperkuat kualitas lembaga institusi belajar pada dalam Indonesia dapat diwujudkan melalui pemberdayaan guru dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital.

“Dengan adanya kompetensi berbagi Kemendikbudristek menggerakkan guru tak belaka mampu menerapkan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar juga mengajar tetapi juga dalam karya inovasi dalam pembelajaran,” kata Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek Suharti dalam keterangan di area dalam Jakarta, Rabu.

Langkah Kemendikbudristek untuk menggerakkan pemberdayaan guru dengan pemanfaatan teknologi digital adalah melalui program Pembelajaran berbasis Teknologi Informasi serta Komunikasi (PembaTIK) 2023.

Suharti menuturkan program itu bertujuan untuk meningkatkan kompetensi TIK guru dan juga juga mengiklankan pengaplikasian teknologi pada dunia pendidikan.

Dengan tema Berkolaborasi lalu Bertransformasi Menumbuhkan Ekosistem Digital Menuju Merdeka Belajar, PembaTIK 2023 fokus pada pemberdayaan guru dalam meningkatkan kompetensi dengan memanfaatkan teknologi untuk kebutuhan pembelajaran.

Program yang sudah pernah dimulai sejak Juli 2023 ini hingga sekarang telah lama terjadi memasuki tahap akhir, yaitu Level 4 dengan 30 peserta terbaik dari 38 provinsi di tempat tempat Indonesia akan mengikuti Tahap Berbagi kemudian Berkolaborasi.

Suharti mengatakan program PembaTIK diharapkan dapat menjadi pemantik untuk meningkatkan kesetaraan kualitas institusi belajar pada area Indonesia.

Kepala Pusdatin Muhamad Hasan Chabibie menjelaskan pelaksanaan PembaTIK diselenggarakan berjenjang empat level yaitu level 1-Literasi TIK, level 2-Implementasi TIK, level 3-Kreasi TIK, juga level 4-Berbagi juga Berkolaborasi.

PembaTIK level 1-Literasi TIK telah terjadi terjadi diikuti sebanyak 79.919 peserta dari jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, SLB kemudian Sekolah Luar Negeri di dalam tempat seluruh Indonesia yang digunakan dimaksud berlangsung secara daring pada Juli 2023.

Berikutnya, PembaTIK level 2-Implementasi TIK diselenggarakan pada Agustus lalu diikuti sebanyak 33.923 peserta sedangkan PembaTIK level 3-Kreasi TIK diikuti oleh 13.931 peserta.

Untuk PembaTIK level 4-Berbagi lalu Berkolaborasi sendiri, peserta yang digunakan digunakan lolos sebanyak 1.066 orang juga akan diseleksi kembali hingga mendapatkan satu peserta terbaik dari setiap provinsi dalam area Indonesia untuk menjadi Duta Teknologi 2023.

Para peserta PembaTIK yang tersebut dimaksud telah terjadi terjadi lolos di area dalam Level 4 berkesempatan mengikuti sesi bersama narasumber yang tersebut hal itu berkecimpung di tempat dalam dunia TIK, seperti Lenang Manggala yang mana dimaksud meraih penghargaan Innovation Heroes juga juga Uwes Anis Chaeruman.

“Tingkat Berbagi serta Berkolaborasi dari PembaTIK memberikan kesempatan kepada peserta untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, lalu juga praktik terbaik dalam memanfaatkan TIK untuk pendidikan,” kata Hasan.

 

Sumber: Antara