JK Pesimis Koalisi Besar Terwujud di Pemilu 2024

Merah Putih. dengan – Dua partai politik (Parpol), yakni Golkar dan PKB, ingin membentuk koalisi besar dalam pemilihan umum (Pemilu) 2024 mendatang.
Namun mantan Wakil Presiden RI (Wapres) RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) pesimis dengan rencana tersebut.
Baca juga:
Ajak Demokrat Ikut Koalisi Akbar, Cak Imin Sebut Iman AHY Kuat
JK mengungkapkan, dalam sejarah pasca reformasi 1998, pemilihan presiden (Pilpres) selalu diikuti lebih dari dua pasangan calon. Namun, Jusuf Kalla menilai ide ini bagus.
“Ini (koalisi besar) ide diskursif yang bagus. Tapi realisasinya sulit, karena tidak mudah semua orang bersatu dalam satu calon, namanya pemilihan 1 atau 2 calon tidak terjadi di Indonesia. kata JK di kediamannya di Jalan Brawijaya Raya No. 6, Jakarta Selatan, Sabtu (6/5) malam.
Tokoh berdarah Makassar ini meyakini Pilpres 2024 akan diikuti minimal 3 pasangan calon. Hal ini karena masing-masing pihak memiliki kepentingan yang berbeda.
Ia mengambil contoh Amerika Serikat yang hanya memiliki dua calon presiden. Sebab, kata dia, negara adidaya itu hanya memiliki dua partai.
“Tidak bagus atau tidak bagus, realitas politik minimal 3 (paslon). Dan itu tidak masalah bagi saya, bahkan di masa saya, 5 itu implementasi yang baik. Bukan kuantitasnya, tapi prosesnya. Kami adalah bukan Amerika dengan 2 partai, kita banyak”, jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin mengatakan, upaya tetap dilakukan untuk membentuk koalisi besar. Meski sulit untuk dipahami.
“Koalisi akbar terus diupayakan, meski Pak JK bilang itu tidak mudah. Namanya bisnis, siapa tahu,” ujar Cak Imin.
Rabu (4/5), ada agenda pertemuan antara Ketua Golkar Airlangga Hartarto dengan Ketua PKB Muhaimin Iskandar di Plataran Resto, Senayan, Jakarta.
Dalam pertemuan itu, Partai Golkar dan PKB menyatakan siap menjadi panglima untuk membentuk koalisi besar antara Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).
“Masing-masing punya koalisi, Golkar dengan KIB, PKB dengan Koalisi Indonesia Raya. Tapi pada pembahasan selanjutnya kita sama-sama membicarakan koalisi besar dan koalisi besar ini butuh koalisi inti hari ini, yaitu Golkar dan PKB,” kata Presiden Golkar. Airlangga Hartarto di Resto Plataran Senayan, Jakarta, Rabu (4/5). (asp)
Baca juga:
Golkar dan PKB menjadi partai inti untuk membentuk koalisi besar
