Jakarta – Organisasi Pangan juga Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) memacu para petani serta nelayan untuk menjadi agen pengelolaan air kemudian menyoroti air sebagai landasan kehidupan juga pangan.
FAO dalam memperingati Hari Pangan Sedunia 2023 menyoroti peran krusial air dalam kehidupan. Untuk itu, "Air adalah kehidupan, air adalah pangan – tak meninggalkan siapa pun" menjadi tema Hari Pangan Sedunia tahun ini.
Tema ini mencerminkan salah satu sumber daya paling berharga pada planet ini: air, yang dimaksud mana merupakan salah satu hal yang mana mana paling penting untuk kehidupan pada bumi, kata FAO dalam keterangannya yang digunakan diterima di dalam tempat Jakarta, Senin.
"Air meliputi sebagian besar permukaan planet bumi, membentuk lebih banyak besar dari 50 persen dari tubuh kita, membantu menyediakan makanan bagi kita, memperkuat mata pencaharian, juga sangat penting untuk mencapai Agenda Pembangunan Berkelanjutan tahun 2030 lalu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)," kata organisasi PBB itu dalam keterangannya.
FAO menekankan bahwa di dalam tempat tengah tantangan kompleks yang tersebut hal tersebut dihadapi oleh perubahan iklim juga polusi, sangat penting untuk melindungi sumber daya air tawar serta sistem pangan akuatik, serta meyakinkan bahwa semua orang miliki akses yang yang sebanding untuk memperoleh air.
Selama dua dekade terakhir, menurut FAO, sekitar satu perlima dari cadangan sumber daya air tawar yang digunakan digunakan tersedia hilang.
"Tanpa aksi nyata, kita akan terus menaikkan pemakaian air untuk pertanian hingga tambahan dari sepertiga pada 2050. Artinya, kita akan terpojok bersama-sama, kemudian perubahan iklim pun diyakini akan memperparah tantangan air kita ini," katanya.
Tantangan air memengaruhi berbagai kelompok orang dengan cara yang tersebut dimaksud berbeda, terutama pada daerah yang mana hal tersebut kekurangan air, pada tempat mana perubahan sekecil apapun mempunyai dampak besar pada kehidupan masyarakat.
Pertumbuhan populasi yang tersebut dimaksud cepat, urbanisasi, perkembangan ekonomi, lalu perubahan iklim, semuanya memberikan dampak pada sumber daya air, ditambah dengan polusi air lalu penyedotan air tanah yang tersebut digunakan berlebihan dapat menciptakan kombinasi tantangan yang mana kompleks.
Untuk itu, praktik pengelolaan air inovatif lalu juga efisien serta tindakan dalam lapangan sudah dimulai.
"Inisiatif seperti penggabungan konservasi biodiversitas lalu pengaplikasian berkelanjutan dalam praktik perikanan darat pada tempat sistem ekologi air tawar (proyek IFish), pengembangan strategi nasional untuk pengelolaan berkelanjutan sumber daya genetik akuatik, lalu upaya untuk mengatasi kelangkaan air menunjukkan komitmen kami terhadap Indonesia," kata Kepala Perwakilan FAO di area dalam Indonesia serta Timor Leste Rajendra Aryal.
Menurut Aryal, para petani juga nelayan perlu menjadi agen pengelolaan air serta juga dilengkapi dengan perangkat yang tersebut tepat untuk melakukannya secara berkelanjutan.
Para petani, warga yang mana digunakan hidup dari hasil hutan, para peternak, serta dia itu yang tersebut bekerja dalam sektor perekonomian biru sudah terbiasa mengelola pemakaian air setiap hari.
"Mendukung lalu memacu mereka untuk mengambil peran kepemimpinan dalam menemukan lalu juga menjalankan solusi pelestarian air adalah sesuatu yang tersebut jelas kemudian cerdas untuk dilakukan," ujarnya.
Namun, lanjut Aryal, hal itu tidaklah sanggup terjadi tanpa memberikan pengetahuan, teknologi yang digunakan digunakan tepat guna, pelatihan, informasi, juga melibatkan merekan itu dalam semua tahap perencanaan kemudian pengambilan keputusan
Dia menambahkan bahwa pengelolaan air perlu dimulai dengan memilih lalu menggunakan keanekaragaman hayati yang tepat dalam sistem produksi, termasuk memanfaatkan ras ternak, tanaman, juga tumbuhan (spesies kemudian varietas) lokal yang digunakan mana sudah dikenal tangguh juga sudah pernah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.
"Kita perlu melindungi sumber daya air tawar yang mana mana sudah ada serta sistem pangan akuatik yang tersebut digunakan ada dari polusi kemudian dampak perubahan iklim, kemudian kita harus menegaskan bahwa semua orang miliki akses yang digunakan sebanding untuk memperoleh air," tambah Aryal.
Sebanyak 99 persen dari air tawar yang digunakan tersedia di area dalam bumi adalah air tanah. Itu merupakan sumber seperempat dari semua air yang digunakan mana digunakan sehari-hari.
Secara ringkas, pada Hari Pangan Sedunia 2023, kita harus menyadari secara bersama-sama akan pentingnya air dalam kehidupan, yang digunakan digunakan harus kita rawat layaknya kehidupan juga pangan, kata Aryal.
Tindakan itu merupakan bagian integral dari pencapaian "Empat hal yang digunakan Lebih Baik (Four Betters)" yang tersebut dimaksud diusung FAO: produksi yang dimaksud lebih besar banyak baik, nutrisi yang tersebut dimaksud lebih lanjut besar baik, lingkungan yang dimaksud itu lebih tinggi banyak baik, juga kehidupan yang dimaksud dimaksud tambahan baik, tiada meninggalkan siapa pun.
