Evil Dead Rise Review: Paduan Gore Drama Yang Cukup Segar

Manusia adalah makhluk yang memiliki kerentanannya sendiri. Karena itu pula, memberinya berbagai pengaruh bukanlah hal yang sulit. Bahkan, bisa dikatakan mendorong manusia untuk melawan manusia lain semudah membalikkan telapak tangan. Sekilas, inilah yang menjadi fokus ‘Evil Dead Rise’ yang saat ini tayang di bioskop.

‘Evil Dead Rise’ adalah film horor yang diproduksi oleh New Line Cinema yang disutradarai oleh Lee Cronin dalam film fitur keduanya. Menampilkan Alyssa Sutherland dan Lily Sullivan sebagai pemeran utama, film kelima dalam seri ‘Evil Dead’ ini berpusat pada Beth, yang mengunjungi kakak perempuannya, Ellie, dan mengetahui bahwa dia membesarkan tiga anak sendirian. Namun, tanggalnya dipersingkat ketika iblis yang menargetkan tubuh manusia tampaknya merasuki Ellie dan mengancam anak-anak Beth dan Ellie.

Ulasan Evil Dead Bangkit

Dari segi penceritaan, ‘Evil Dead Rise’ sendiri memberikan pembeda dari kelanjutan serial ‘Evil Dead’ melalui settingnya pada sekelompok keluarga di sebuah apartemen sebelum diserang oleh iblis bawah tanah. Tak hanya itu, kelanjutan kisah ‘Evil Dead’ selama 10 tahun ini mencoba tampil lebih dramatis melalui keberadaan sang ibu dalam usahanya menyatukan keluarga yang mulai terpisah, namun dengan nuansa penuh kegilaan.

Baca juga:  Rapor Pemain Abroad Indonesia: Jordi Amat Satu-Satunya yang Tampil Pekan Ini

Namun, hanya itu yang membuat perbedaan di ‘Evil Dead Rise’. Selebihnya, film terakhir yang masih mengusung Sam Raimi di jajaran eksekutifnya sepertinya peniru dari ‘Evil Dead’ versi 2013. Formula cerita yang mirip dengan karakter dan setting yang berubah-ubah, serta kisah setan yang merasuki ibunya dan meneror keluarganya membuat film ini tidak berbeda dengan film horor lain yang bertema sama.

Ulasan Evil Dead Bangkit

Seperti peringkat judul di seri ‘Evil Dead’, ‘Evil Dead Rise’ masih mengusung sejumlah elemen dari judul sebelumnya. Elemen horor yang berpusat pada setan yang memburu jiwa manusia dan menyerang mereka untuk mendapatkan tubuh mereka, disertai dengan kebrutalan di setiap serangan masih muncul di dalamnya.

Juga, gunakan kata-kata kutukan kesadisan berdarah-darah yang mudah bikin mual juga dipertahankan. Namun, ada beberapa sensor kurang halus yang muncul, yang membuat Berdarah film ini cukup terganggu reproduksinya.

Mengusung nama besar ‘Evil Dead’ pada judulnya, ‘Evil Dead Rise’ juga hadir dengan teknis yang relatif baik. Sinematografi dan tanda baca berhasil berpadu dalam menciptakan momen-momen teror, meski eksekusi horornya masih terasa pukul dan meleset. Lebih-lebih lagi, set desain berpusat pada apartemen kumuh disajikan dengan cukup sukses, memberi kesan semi-claustrophobic yang terlihat hampir identik dengan ‘Evil Dead’ di tahun 2013 lalu.

Baca juga:  Memperkenalkan karakter Asal yang sepenuhnya dapat disesuaikan, The Dark Urge di Baldur's Gate 3 – PlayStation.Blog

Terakhir, ‘Evil Dead Rise’ adalah upaya lain dari Rob Tapert untuk memperluas alam semesta ‘Evil Dead’. Meski masih dalam cengkeraman setan kejam yang memburu tubuh manusia dengan kecenderungan kebrutalan dan menyumpahi, nadamencoba untuk lebih serius dan formula cerita yang sama dengan ‘Evil Dead’ membuatnya tidak terlalu menonjol dibandingkan dengan deretan judul seri.