John Wick Chapter 4 Review: Opsi Akhir Mencari Kebebasan

Untuk pecinta film Tindakan, serial ‘John Wick’ seharusnya sudah tidak asing lagi. Hadir di dunia perfilman sejak tahun 2014, serial laga ini dipopulerkan dengan kemunculan Keanu Reeves yang menjadi buta di tengah rentetan konflik dari masa lalu karakternya dengan aksi penuh adrenalin. Berusia hampir satu dekade, serial ini kembali dengan ‘John Wick Chapter 4’ yang saat ini tayang di bioskop.

‘John Wick Bab 4’ adalah sebuah film Tindakan disutradarai oleh Chad Stahelski, yang membawa kembali Keanu Reeves bersama dengan bintang terkenal lainnya seperti Donnie Yen, Bill Skarsgard, untuk Hiroyuki Sanada.

Sebagai sekuel dari ‘John Wick Chapter 3: Parabellum’, film ini melanjutkan kisah John Wick yang masih dalam pelarian dari kejaran High Table dan mengancam hubungannya. Meskipun dia telah menemukan cara untuk mendapatkan kembali kebebasannya, dia harus melawan Marquis de Gramont, yang menginginkan dia mati, dan Caine, yang telah direkrut untuk membunuhnya.

John Wick: Ulasan Bab 4

Secara naratif, ‘John Wick Bab 4’ tetap diplot linier tentang cerita baru di dunia bawah naungan High Table yang memburu karakter tituler. Narasi yang diusung pun tetap sederhana, mengenai kembalinya John Wick yang harus menyelesaikan masalahnya seperti pada judul-judul sebelumnya. Tapak grafis linier itulah yang membuat film langsung terus terang.

Baca juga:  5 Tips Mencari Paket Wisata Jogja Terbaik 2023

Seperti prekuel 2019, ‘John Wick Bab 4’ kembali mencoba berkembang tradisi tentang Meja Tinggi ituuntuk membangun sejak ‘John Wick Bab 2’. Hal ini juga mendorong munculnya beberapa karakter baru selama 169 menit gameplay, seperti The Harbinger for Caine dari Gramont. Namun tentu saja, kurangnya pengenalan yang eksplisit pada Head Table membuat keberadaannya terkesan terlalu luas dan sulit untuk mempedulikan keberadaannya begitu saja. Kekuatan tertinggi.

John Wick: Bab 4

Setidaknya, ‘John Wick Chapter 4’ masih mampu memanjakan penonton dengan munculnya berbagai karakter baru yang unik. Penampilan de Gramont as musuh dari John Wick, Caine yang jago membunuh meski buta, hingga Tracker yang punya ciri khas Sofia dari ‘John Wick Chapter 3: Parabellum’, membuat dunia terlihat kaya.

Namun, yang disesalkan adalah representasinya latar belakang yang ditampilkan secara lengkap dalam kaitannya dengan pameran, membuat keberadaannya menjadi minim signifikansi. Belum lagi absennya beberapa karakter yang sebelumnya memiliki peran penting, memberikan kesan bahwa kesinambungan karakter diremehkan. pengurangan Itu.

Baca juga:  Fast X Review: Kembalinya Dosa Masa Lalu, Bagian Pertama

Seperti ketiga prekuelnya, ‘John Wick Chapter 4’ terus hadir melalui berbagai sajian aksinya. Koreografi ditampilkan dengan sangat lancar toko yang banyak stabil.

Tak hanya itu, sinematografi yang dibawakan pun terasa lebih besar dibandingkan dengan judul pendahulunya, salah satu yang paling jelas adalah tembakan udara sebagai langkah yang baik dalam tampilan aksi nonstop penuh adrenalin. Lebih-lebih lagi, tanda baca penuh benturan memberikan kesan keseruan secara keseluruhan untuk film ini.

Kesimpulannya, ‘John Wick Bab 4’ adalah cerita yang sangat baru linier dengan dunia yang terus berkembang. Meski begitu, game action yang memacu adrenalin ini tetap berhasil memanjakan penonton karena durasinya mencapai hampir 3 jam.