Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan bahwa serangan balasan Hamas terhadap Israel mampu menjadi momentum bangsa Palestina memperkuat heroisme untuk membebaskan rakyat serta bangsa Palestina yang tersebut mana dijajah dalam kurun waktu yang tersebut dimaksud panjang.

"Banyak momentum rakyat kemudian bangsa Palestina untuk meraih kemerdekaan," menurut Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri lalu juga Kerjasama Internasional​​​​ Sudarnoto Abdul Hakim dalam pernyataannya pada Jakarta, Minggu.

Menurut Sudarnoto, peristiwa hal itu juga seharusnya menjadi momentum bagi seluruh faksi Palestina seperti Fatah dan kelompok lainnya untuk bersatu padu mengkonsolidasi diri memperkuat upaya kemerdekaan bangsa Palestina.

"Kami berharap betul setiap momentum untuk kedaulatan juga kemerdekaan Palestina sanggup dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh setiap faksi Palestina. Dengan cara ini, maka Israel akan semakin kehabisan waktu lalu kekuatannya".

"Serangan balasan Hamas merupakan reaksi terhadap tindakan sewenang-wenang otoritas Israel yang dimaksud dimaksud berlangsung sejak lama dan juga juga secara sistemik menghancurkan kedaulatan rakyat kemudian bangsa Palestina," katanya.

Peristiwa membelah Masjid Al Aqsa disertai dengan berbagai aksi provokatif kelompok Yahudi ekstrem melakukan ibadah di area tempat arena Al Aqsa juga menjadi salah satu pemicu serangan Hamas terhadap Israel.

"Ditambah dengan berbagai fakta pengkhianatan terhadap perjanjian yang mana dimaksud dikerjakan Israel, menggambarkan bahwa Israel memang harus membayar mahal. Serangan terbesar Hamas ini menjadi alat bayar Israel lalu Israel tentu cuma harus menanggung sendiri," katanya.

Bisa jadi, Israel akan menanggung beban yang dimaksud digunakan lebih besar besar berat jika respons Israel juga negara-negara pendukung seperti Amerika kemudian NATO kontra produktif.

Lebih lanjut Sudarnoto menjelaskan bahwa Amerika lalu juga NATO yang mana saat ini sedang menanggung bebannya masing-masing sebagai akibat perubahan kebijakan pemerintah global juga perang Rusia-Ukraina, sebaiknya tidaklah mengambil bagian memutarbalikkan fakta dengan menyatakan Hamas sebagai teroris.

Menurutnya, sikap yang digunakan disebut justru akan merugikan Amerika kemudian juga NATO akibat selama ini tiada pernah menyatakan keberaniannya untuk menegaskan bahwa Israel adalah penjajah kemudian teroris.

"Justru yang tersebut hal itu harus dijalani secara tegas adalah terlibat bersama-sama dengan rakyat internasional lainnya yang tersebut digunakan mengupayakan perjuangan bagi terwujudnya kemerdekaan Palestina kemudian menghentikan imperialisme juga terorisme Israel," demikian Sudarnoto.

Ia juga mengecam balasan Israel yang digunakan mana membabi buta serta juga penuh amarah telah dilakukan diimplementasikan merusak Rumah Sakit Indonesia di dalam area Gaza.

"Saya sangat menyesalkan apa yang digunakan dimaksud diimplementasikan Israel. Israel harus bertanggung jawab. Israel benar-benar sudah hilang rasa respek kepada bantuan kemanusiaan yang tersebut dimaksud dijalani Indonesia melalui Mer-C," ujarnya.

 

Sumber: Antara