UMKM Level Up, Pelatihan Adopsi Teknologi Digital 4.0 Bagi UMKM

BENTENG UMKM masih menjadi perhatian pemerintah untuk memperkuat perekonomian nasional. UMKM dinilai masih memiliki potensi untuk meningkatkan produksi dalam negeri, meningkatkan nilai substitusi ekspor dan menggairahkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).

Untuk mewujudkan ketiga potensi tersebut, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggandeng PT Amartha Mikro Fintek (Amartha), platform kemakmuran yang berfokus pada penyediaan akses keuangan inklusif bagi UMKM akar rumput, telah meluncurkan program UMKM Level Up.

Program pelatihan dan pendampingan ini merupakan inisiatif Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mengembangkan potensi keterampilan dan kemandirian pelaku usaha UMKM melalui ekosistem digital.

Harapannya, UMKM dapat meningkatkan akses pemasaran, efisiensi dan efektifitas operasional, serta berdampak pada transaksi penjualan dan daya saing UMKM di Indonesia.

Budhi Siswoadji, Direktur Operasional Amartha, mengatakan pihaknya sangat bersemangat bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mempercepat adopsi Teknologi Digital 4.0 di kalangan UMKM Indonesia.

“Amartha melihat potensi UMKM yang sangat besar untuk bersaing,” ujar Budhi dalam keterangan resmi yang diterima merahputih. dengan.

Baca juga:

3 Aspek Penting Membangun Startup

adopsi teknologi digital
Diperlukan lebih banyak intervensi untuk mendukung UMKM di era digital. (Foto: Pexels/Nicholas Githiri)

Diperlukan lebih banyak intervensi untuk mendukung UMKM di era digital. Misalnya, memberikan literasi keuangan dan digital. Dengan merangkul digitalisasi, UMKM berpotensi untuk memperluas jangkauan pasar, mengembangkan kapabilitas usahanya sehingga UMKM dapat lebih sejahtera.

Baca juga:  35 UMKM Lolos Kurasi Jualan Pusat Cinderamata Masjid Zayed di Pasar Gilingan

Dalam program ini, Amartha berperan sebagai fasilitator yang bertugas memberikan fasilitas pelatihan, menyiapkan materi, hingga pendampingan yang bertujuan untuk memfasilitasi adopsi teknologi digital Level Up bagi UMKM.

“Selama 13 tahun, Amartha secara konsisten ada untuk memajukan ekonomi akar rumput melalui teknologi inklusif, jaringan kemitraan yang kuat, serta pendekatan yang manusiawi dan berkelanjutan, yang merupakan wujud kesiapan kami sebagai enabler.” kata Budha.

Samuel A. Pangerapan, Direktur Jenderal Aptika Kementerian Komunikasi dan Informatika, menjelaskan melalui program ini Kominfo akan meningkatkan adopsi digital bagi UMKM.

“Dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas dan memfasilitasi inkubasi bisnis 100 pelaku UMKM binaan Kementerian Komunikasi dan Informatika yang telah memiliki kapabilitas digital dalam memasarkan produknya”, ujar Samuel.

Baca juga:

Jangan asal pakai fintech, ini panduan amannya

ummm
Dengan merangkul digitalisasi, UMKM berpotensi memperluas jangkauan pasarnya (Foto: Pexels/Karya Buck)

Samuel berharap keterlibatan fasilitator akan meningkatkan tingkat adopsi teknologi digital dan kapabilitas bisnis sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi UMKM. Hal tersebut juga mendorong produksi dalam negeri yang berdampak pada peningkatan nilai ekspor dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga:  Yuk Ikuti Bincang Jumat Bisnis Spesial Episode, bank bjb Hadirkan Ahli Bisnis Ekspor Agar UMKM Go Global

Program kelas diadakan di Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Tenggara, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat & Timur, Papua dan Papua Barat.

Temanya berkisar pada inklusi keuangan dan digital. Selama enam bulan ke depan, Amartha akan menyampaikan materi yang relevan dan membantu UMKM dalam mendigitalkan perekonomian.

“Amartha percaya bahwa literasi keuangan dan digital harus berjalan seiring dengan pertumbuhan tingkat inklusi keuangan yang masif,” tambah Budhi.

Menurutnya, program pendidikan seperti yang dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika merupakan langkah tepat untuk mendongkrak perekonomian informal melalui UMKM. (kna)

Baca juga:

Nasabah pinjaman online juga perlu dilindungi



Source link