Carlos Sainz Jr (Scuderia Ferrari) terlihat kecewa saat konferensi pers jelang Grand Prix F1 Hungaria 2023 (Foto: Reuters/Bernadett Szabo)
MOGYOROD – Carlos Sainz jr. kecewa karena hanya finis ke-11 pada kualifikasi GP F1 Hungaria 2023 pada Sabtu malam (22/07/2023) WIB di Sirkuit Hungaroring, Mogyorod. Pembalap tim Scuderia Ferrari itu merasa menjadi korban format baru sesi kualifikasi F1 2023.
FYI, F1 berencana memperkenalkan format peringkat baru di kedua seri musim ini. Dalam format ini, setiap pembalap wajib menggunakan ban tertentu dalam tiga sesi kualifikasi (Q). Sayangnya, jatah ban tiap pembalap di race week belum ditambah, yakni 13 set.
Di Q1, pengemudi diharuskan menggunakan ban kompon keras (keras). Kemudian di Q2 mereka dipaksa mengaspal dengan ban medium. Selama sesi terakhir, atau Q3, pembalap baru dapat menggunakan ban lunak (lembut).
Dampak positifnya, sesi kualifikasi semakin seru dimana muncul kejutan-kejutan yang tidak terduga. Di sisi lain, alokasi ban sangat merugikan pembalap, terutama yang lolos Q3. Itu karena mereka tidak memiliki ban seperti baru yang bisa digunakan saat balapan.
Kejutan juga muncul di babak kualifikasi GP F1 Hungaria 2023. Sainz dan George Russell yang start 1-2 tahun lalu harus tersingkir lebih awal. Keduanya memulai balapan dari posisi di luar 10 besar. Selain faktor lain, pembalap asal Spanyol itu mengaku menjadi korban kebijakan alokasi ban ini.
“Saya melihat (format) sangat menarik untuk kualifikasi, (tetapi) untuk sesi lain akhir pekan, sangat membosankan,” kata Sainz Jr dikutip dari balap motorMinggu (23/7/2023).
“Kami menghabiskan lebih banyak waktu sepanjang hari Jumat (dua latihan) di garasi daripada berkendara di lintasan karena kami tidak memiliki ban (baru),” tambah pebalap berusia 28 tahun itu.





