MerahPutih.com – Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Sukarnoputri menyinggung perang Rusia dengan Ukraina untuk menggambarkan karakter pemimpin ksatria yang harus dipelajari.
Megawati menegaskan, seorang pemimpin harus memiliki sifat dan cara berpikir yang kuat dan ksatria. Sebelumnya, dia mengutip pertempuran antara Rusia dan Ukraina sebagai contoh untuk dipelajari.
Baca juga
Megawati tidak mau didikte asing untuk mendapatkan alutsista Indonesia
“Ini Rusia dan Ukraina, kalau saya bilang bukan perang. Hanya berperang. Kalau saya lihat saja. Menurut saya, pemimpin adalah cara berpikir. Aksi adalah reaksi agar tidak salah berpikir”, ujar Megawati di Lemhanas, Jakarta, Sabtu (20/2019). 5).
Megawati lalu menyinggung Presiden Ukraina yang notabene dalam perang melawan Rusia meminta dukungan negara lain, yakni Amerika Serikat dan Uni Eropa.
“Kenapa Presiden Zelenskyy (Volodymyr Zelenskyy) mencari dukungan kemana-mana. Tidak langsung (melawan). Kalau saya selalu bilang, hadapi dengan ksatria. Begitulah saya selalu bicara dengan anak-anak saya (kader PDI Perjuangan),” terang Megawati.
Megawati juga mengimbau Indonesia sebagai bangsa untuk mempersiapkan diri dengan baik. Baik dalam menghadapi permasalahan nasional maupun global.
“(Dengan pemikiran yang kuat) kita bisa mempersiapkan, tidak secara individu, tetapi sebagai bangsa untuk mempersiapkan secara nasional dan juga internasional. Kalau tidak, bagaimana kita bisa melakukannya,” kata Megawati.
Baca juga
Megawati menyebut Bung Karno tidak logis dengan PKI
Ia juga meminta para jenderal TNI dan Polri benar-benar memiliki jiwa kepemimpinan yang memperhatikan bawahannya. Apalagi Megawati adalah mantan Panglima Negara (Presiden RI ke-5) yang tentu saja memimpin.
Ia menuturkan, saat menjadi presiden, pangkat, bintang, dan medali ditempelkan di baju oversized yang menjadi simbol seorang pemimpin.
“Ini penghargaan, terima kasih. Tapi bukan ini. Ini bukan modal dasar kita sebagai bangsa. Jangan begitu. Saya bilang ke para jenderal,” kata Megawati.
“Coba para jenderal ini, baju saya dulunya panglima lho. Saya sampaikan ini supaya kalian ingat juga. Waspadalah. Kalian bisa begini (dihormati sebagai pemimpin), karena siapa? Karena ada bawahan. For Please “Bawahan benar-benar diperhatikan. Bawahan diperlakukan sangat buruk. Kenapa? Kalau tidak ada yang bilang siap Ndan, siap Ndan. Ya, itu akan terjadi,” kata Megawati.
Tak hanya petinggi TNI, Megawati juga menyinggung polisi agar memperhatikan anak buahnya.
“Tolong saya. Saya melihat masalahnya. Polisi juga. Kalau jadi jenderal, laki-laki jaga diri. Jangan mabuk. Saya selalu bilang di mana ada jenderal yang mati di depan perang. Tidak ada. Ada bawahan. Kenapa? Ini saya. Dulu saya presiden, lho Dom Aceh, saya dan Panglima terus bergumam,” kata Megawati. (Lb)
Baca juga
Gubernur Lemhannas mengungkapkan instruksi Megawati akan dilaksanakan tahun ini





