
JIS menjadi salah satu kandidat tuan rumah timnas Indonesia di Piala AFF 2022. (Foto: Instagram/@jakinstadium).
JAKARTA – Desain atap Stadion Internasional Jakarta juga mempengaruhi kesehatan rumput karena menghalangi sinar matahari. PT. Karya Rama Prima (KaerPe), yang juga ahli agronomi, Qamal Mustaqim, mengusulkan agar atap stadion diganti karena terlalu menutupi lapangan.
Hal itu diungkapkan Qamal saat meninjau lapangan JIS bersama jurnalis senior Aiman Witjaksono. Menurutnya, rumput JIS kurang mendapatkan sinar matahari yang cukup.
“Ya harus tambah matahari, buka, kalau ada matahari buka atapnya, tapi kalau mau tambah UV ya tambah UV,” kata Qamal seperti dikutip dari Youtube Official iNews, Selasa (7/11/2023). ) .
“Buka tutupnya lebih lebar bisa? Ya diganti (atap permanen stadion),” imbuhnya.
Hingga saat ini manajemen JIS mengakalinya dengan menggunakan alat artificial ultraviolet (UV). Namun upaya tersebut masih belum ideal untuk memenuhi kebutuhan rumput akan sinar matahari.
Hal ini dikarenakan alat tersebut tidak bisa sekaligus menyalakan rumput karena ukurannya tidak sama dengan lapangan JIS. Alat hanya dapat menutupi 1/12 bidang.
Akibatnya, proses penyinaran harus dilakukan secara bergantian dari satu sisi lapangan ke sisi lainnya. Tiap sisi lapangan hanya boleh disinari selama lima jam, sedangkan menurut Qamal, idealnya rumput lapangan harus disinari cahaya selama delapan jam.





