Kamis, 16 Maret 2023, 03.01 WIB

Presiden Barcelona Joan Laporta bersama presiden Real Madrid Florentino Perez (Foto: Barca Universal)

BARCELONA – Jelang laga bertajuk El-Clasico lanjutan Liga Spanyol 2022-2023, hubungan Real Madrid dan Barcelona memanas. Barcelona sedang mempertimbangkan untuk membatalkan makan siang tradisional dengan pejabat Real Madrid sebagai tanggapan atas keputusan saingan mereka untuk membantu menyelidiki penyuapan wasit.

Seperti diketahui, Barcelona saat ini tengah menghadapi masalah hukum. Barcelona terjerat kasus dugaan suap wasit yang berlangsung sejak 2001 hingga Juli 2018.

Kontak mencurigakan antara mantan presiden Komisi Arbitrase, José Maria Negreira, dan mantan presiden Barcelona, ​​​​José Maria Bartomeu, telah terungkap. Barcelona juga dinyatakan bersalah atas tuduhan tersebut.

Karim Benzema menjadi bintang kemenangan Real Madrid di El Clasico, Minggu (16/10/2022) (Foto: REUTERS)

Kasus tersebut membuat Madrid merasa haknya dicabut sejak 2001 hingga 2018. Pasalnya, dalam kurun waktu tersebut Barcelona berhasil merebut beberapa gelar nasional.

Otoritas Madrid pun menggelar rapat darurat pada Minggu, 12 Maret 2023. Dengan kehadiran presiden klub, Florentino Perez, manajemen Real Madrid memutuskan untuk ikut serta membantu otoritas dalam proses pendalaman kasus tersebut.

“Presiden (Florentino Perez) telah segera memanggil Dewan Direksi untuk memutuskan tindakan yang dianggap tepat oleh Real Madrid sehubungan dengan masalah ini,” kata klub itu dalam sebuah pernyataan.

“Mengingat keseriusan tuduhan yang dibuat Kementerian Publik Barcelona terhadap FC Barcelona dan dua presidennya atas dugaan korupsi dengan wakil presiden Komite Arbitrase Teknis, José María Enríquez Negreira”, lanjutnya.

“Klub telah sepakat bahwa, untuk mempertahankan haknya yang sah, akan hadir di pengadilan saat hakim membukanya untuk pihak yang terkena dampak,” pungkasnya.

Ikuti berita Sportsstars di berita Google