SURABAYA – Ratusan atlet Muay Thai Indonesia mendaftar ke Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON). Wakil Presiden IV Pengurus Besar Muay Thai Indonesia (PB MI), kata Opniel Untung T, saat ini para peserta sedang melalui proses verifikasi.
Sebanyak 462 atlet mendaftar ke panitia pelaksana untuk mengikuti BK PON yang akan berlangsung di Gedung Gelora Pancasila, Surabaya, Jawa Timur, mulai 20 hingga 27 Agustus mendatang. Atlet mendaftar melalui Pengurus Provinsi (Pengprov) masing-masing.
Seperti dikutip dari keterangan resmi PB MI, hingga 27 Pengprov telah mendaftarkan atletnya untuk mengikuti BK PON. Mereka akan melalui tahap verifikasi yang membawahi Bagian Pengembangan dan Realisasi serta Penelitian dan Pengembangan PB MI.
Tahapan yang harus mereka lalui adalah mengisi formulir input dengan nomor yang dikirimkan ke masing-masing Pengprov oleh panitia pada Mei 2023. Setelah itu baru entri berdasarkan nama. Opniel menjelaskan, langkah tersebut sesuai dengan anjuran Presiden PB MI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.
“Kalau tidak masuk masuk dengan nomor, jatuh secara otomatis. Karena semua harus melalui tahapan yang ditentukan oleh komisi pelaksana,” kata Opniel dikutip dalam komunike resmi PB MI, Rabu (7/12/2023).
“Semua harus bersih, tertib administrasi, bertahap (THB) dan data valid dari seluruh Pengprov. Sesuai pesan Presiden PB MI Bapak LaNyalla Mahmud Mattalitti,” lanjutnya.
Nantinya, dari 22 kelas yang akan dipertandingkan di BK PON, hanya diambil 6 peserta yang lolos ke PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024. Untuk setiap kelas individu diambil 6 orang, emas, perak, perunggu peraih medali (pemenang bersama tempat ketiga) dan peringkat 5 dan 6.
Sedangkan untuk kelas beregu hanya diambil enam besar, yakni juara, runner up, peringkat ketiga bersama, serta peringkat kelima dan keenam. Opniel menilai persaingan para atlet untuk mendapatkan tiket PON Aceh-Sumut 2024 sangat sengit.
