Senin, 20 Februari 2023, 22:45 WIB

Anindya Bakrie, Ketua PB PRSI (kiri), bersama Sarman Simanjorang (Waketum 1) dan Ali Patiwiri (Sekretaris Umum PB PRSI) (Foto: PB PRSI)

JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI), Anindya Bakrie, mengesahkan hasil Rapat Kerja Nasional atau Rakernas 2023 yang berlangsung di Hotel Aryaduta, Jakarta, Senin (20/2/2023). Rakernas PRSI PB 2023 mengangkat tema “Sembuh lebih cepat, mendaki lebih kuat menuju prestasi akuatik

Salah satu rekomendasi Rakernas adalah mengadakan Musyawarah Nasional Khusus atau Munasus pada bulan Juli. Musyawarah Nasional juga akan membahas renang yang masuk dalam National Sports Grand Design atau DBON yang akan merancang program 10 tahun ke depan. Selain renang, ada juga cabang olahraga lain seperti polo air, lompat indah, renang artistik, renang perairan terbuka.

Musyawarah Nasional juga mengagendakan perubahan logo PB PRSI, menyesuaikan nama dan logo FINA World Swimming Federation menjadi World Aquatics.

“Peserta Rakernas menyepakati perubahan nama dan logo PB PRSI agar sesuai dengan Perairan Dunia pada Musyawarah Nasional Khusus Juni lalu. Dalam Musyawarah Nasional kita juga bisa membuat kebijakan untuk perairan Indonesia,” ujar Anindya Bakrie.

Selain itu, Rakernas juga merekomendasikan agar pelatih asing dapat melakukan pelatihan di daerah. Saat ini dilatih pelatih renang dari Australia, Michael Pipper. Sedangkan polo air putra dipimpin oleh pelatih Serbia Nikola Milosavlejic dan polo air putri dipimpin oleh pelatih Hungaria Aron Regos.

Pelatnas Renang juga bersiap mengikuti SEA Games Kamboja 5-17 Mei 2023, Asian Games Hangzhou September 2023, ANOC World Beach Games Bali 5-12 Agustus 2023 dan juga menjadi tuan rumah Kejuaraan Renang SEA Age Group di Jakarta Agustus 2023 .

“Saya juga senang tahun depan ada agenda Aquatic Awards. Ini adalah penghargaan bagi individu atau perusahaan yang telah berkontribusi terhadap perairan Indonesia. Bisa pemerintah daerah atau kepala daerah, maupun pihak swasta yang telah berkontribusi untuk kemajuan perairan. di Indonesia,” jelas Anin.

Pada Rakernas ini, PB PRSI melakukan MoU dengan Organisasi Anti Doping Indonesia (IADO) yang dipimpin oleh Gatot Dewabroto.
“Ini merupakan kerjasama yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Bagi kami akan memudahkan akses sosialisasi seputar doping. Karena banyak atlet yang tidak mengetahui tentang obat atau zat yang mengandung doping,” ujar Gatot.

Editor : Muhammad Pratama Supriyadillah

Ikuti berita Sportsstars di berita Google