Presiden Jokowi: Pembangunan IKN Harus Selalu Perhatikan Lingkungan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau Proyek Jalan Tol Ibukota Nusantara (IKN), Ruas 3B, Kariangau – Ruas Sp. KKT. Tempadung, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (22/02).
Presiden Jokowi menekankan, semua pihak harus selalu memperhatikan lingkungan saat melakukan pembangunan di IKN ini.
“Hal terpenting yang selalu saya ingat, bagi yang berasal dari daerah, terkait dengan lingkungan, karena konsep kota yang ingin kita hadirkan di Ibukota Nusantara ini adalah konsep lingkungan, sehingga sekalipun Hal terkecil yang berkaitan dengan lingkungan harus diperhatikan,” jelasnya. setkab.
Presiden Jokowi juga tidak segan-segan mengingatkan jika ada pihak yang tidak memperhatikan aspek lingkungan saat membangun IKN.
“Kalau ada isu terkait lingkungan yang tidak diperhatikan, saya akan ngotot ditegur, karena konsepnya sekali lagi konsep lingkungan,” ujarnya.
Selain itu, Kepala Negara juga mengatakan bahwa jalan tol dari Balikpapan menuju kawasan pusat IKN dapat ditempuh hanya dalam waktu setengah jam dari kota Balikpapan.
“Ya, ini jalan tol dari Balikpapan ke area utama yang jaraknya sekitar 40 kilometer, kira-kira 30 menit dari Balikpapan. Kita jalan-jalan ke pedesaan, kita bisa lihat. Kita berharap ini infrastruktur pertama yang dibangun. sebagai bagian dari pembangunan Ibukota Nusantara”, jelasnya.
Soal pembebasan lahan di kawasan IKN, Presiden menjelaskan, pemerintah sudah menyelesaikan persoalan tersebut.
“Tidak ada. Kemarin ya, tapi hari ini Menteri PU menginformasikan tidak ada masalah. Baru bayar bulan Maret minggu depan”, ujarnya.
Lebih lanjut, Presiden Jokowi memastikan pengembangan IKN ini tidak merugikan masyarakat.
“Yang saya sampaikan kemarin kepada kepala dinas, Pak. Bambang, jangan sampai ada masyarakat yang dirugikan dengan pembangunan Ibukota Nusantara”, pungkasnya.
Dalam peninjauan tersebut, Presiden didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Kepala Badan Kewenangan IKN Bambang Susantono.
