Penerbangan Kertajati – Nusawiru Segera Dibuka, Majalengka-Pangandaran Cuma Satu Jam
Perjalanan dari Majalengka ke Pangandaran tidak sampai satu jam bakal kesampaian. Tak lama lagi akan ada penerbangan di rute tersebut. Sekarang ini pemerintah sedang melakukan penjajakan.
Indahnya pantai timur dan pantai barat Pangandaran dengan sekejap bisa segera dinikmati. Begitu juga destinasi wisata lainnya seperti Batu Karas, Pantai Batu Hiu, Pantai Madasari, dan Green Canyon.
“Tak perlu lagi harus menyusuri Majalengka, Cikijing, Panawangan, Kawali, Ciamis. Kemudian ke Banjar, Banjarsari dan langsung ke Pangandaran. Nanti, cukup dari Majalengka dan langsung sampai ke Cijulang Pangandaran,” kata Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata.
Selama ini, kata Jeje, setidaknya butuh waktu 5 jam dari Majalengka untuk sampai di Kabupaten Pangandaran. Itupun jika kondisi normal. Jika akhir pekan atau liburan, bisa lebih lama dari itu. Karena kawasan itu terkenal padat saat liburan.
“Nah, tak lama lagi bakal ada rute penerbangan jarak pendek dari Majalengka menuju Pangandaran, pergi pulang,” kata Jeje.
Terbang dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Kemudian mendarat di Bandara Nusawiru Cijulang Kabupaten Pangandaran.
Tentu ini kabar baik untuk pariwisata Pantai Pangandaran dan masyarakat di wilayah 3 Cirebon. Hubungan dua wilayah yang masih satu provinsi ini, bisa cepat terjangkau. Antara pantai utara dan pantai selatan Jawa Barat kian dekat.
Sekarang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) sedang merintis penerbangan langsung dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati ke Bandara Nusawiru di Kabupaten Pangandaran.
Dengan adanya penerbangan tersebut dapat mempermudah keterhubungan transportasi antara Kabupaten Pangandaran dengan wilayah utara Jawa Barat. Selama ini akses menuju Kabupaten Pangandaran hanya dapat lewat darat.
Menurut Wagub Uu Ruzhanul Ulum saat ditemui di Goa Sunyaragi Kota Cirebon, penerbangan menuju Pangandaran sedang dirintis.
Nantinya akan ada dua gerbang menuju wisata di Pantai Pangandaran yakni via Bandara Wiriadinata di Tasikmalaya dan Bandara Nusawiru di Pangandaran.
“Rute yang ke Pangandaran sedang dirintis. Jadi nanti Pangandaran itu bisa dari Tasikmalaya, bisa dari Kertajati,” kata Wagub Jabar, seperti dilansir Radar Majalengka, Selasa, 15, Agustus 2023.
Wagub mengaku senang karena perkembangan Bandara Kertajati saat ini semakin baik, karena ada penerbangan rutin.
Ditambah dengan adanya penerbangan internasional Kertajati – Kuala Lumpur Malaysia seminggu 2 kali dan penerbangan umrah rutin oleh Maskapai Garuda Indonesia yakni Kertajati – Jeddah.
“Bandara Kertajati alhamdulillah perkembangan luar biasa. Sudah dipakai lalu lintas penerbangan internasional,” tutur Uu.
Untuk pengembangan Bandara Kertajati tersebut, Wagub Uu mengaku ditugaskan langsung oleh Gubernur Jabar untuk melobi Saudi Airlines.
Tujuannya adalah agar dibuka penerbangan langsung internasional ke Bandara Kertajati. Salah satu wujud dari lobi-lobi tersebut adalah penerbangan haji yang sudah direalisasikan.
“Bahkan saya sendiri dulu yang melobi ke Saudi Airlines, disuruh Pak Gubernur untuk menjadikan Kertajati Bandara Internasional. Jemaah haji alhamdulillah sudah terealisasi,” katanya.
Secara bertahap, kata wagub, Bandara Kertajati akan dikembangkan karena sekarang sudah semakin banyak penerbangan.
Sehingga di Bulan Oktober sudah bisa dijadikan komersial seperti yang direncanakan yakni penataan rute dengan Bandara Husein Sastranegara.
“Awalnya kan kargo, sekarang sudah komersial dan lainnya. Insya Allah bermanfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Jawa Barat ini,” tandasnya.
Ditambahkan Wagub Uu, kehadiran dari bandara internasional merupakan pendukung dari upaya Jawa Barat menggaet investor.
Jawa Barat sudah sangat terkenal sebagai tujuan investasi dan menjadi ranking pertama investor dan investasi di nasional. (*)
